BMKG Palangka Raya Minta Kalteng Siaga Banjir, Wilayah Utara dan Selatan Masuk Zona Rawan

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Rabu, 03 Desember 2025 | 08:30:44 WIB

KALAMANTHANA, Palangka Raya — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya memastikan musim hujan di Kalimantan Tengah tahun ini berlangsung bersamaan dengan fenomena La Niña, yang meningkatkan pasokan uap air di atmosfer sehingga memicu curah hujan lebih tinggi dibandingkan musim hujan normal.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Palangka Raya, Anton, menyampaikan bahwa pengaruh La Niña pada periode Desember hingga Januari tergolong signifikan dan berdasarkan kajian berpotensi bertahan hingga Februari, Maret, dan April 2026.
“Curah hujan akan lebih besar dibandingkan musim hujan tanpa La Niña. Penambahannya tetap ada dan cukup terasa,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Meski puncak hujan tercatat pada November, BMKG memastikan Desember dan Januari tetap masuk kategori curah hujan tinggi. Kondisi tersebut membuat tinggi muka air sungai berpotensi terus meningkat akibat akumulasi hujan sebelumnya. Anton menegaskan kombinasi hujan berkelanjutan dan debit sungai yang naik dapat memperbesar risiko banjir di sejumlah wilayah.

BMKG merinci wilayah dengan risiko tertinggi pada Desember, yakni Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Kapuas bagian utara. Selain itu, wilayah pesisir selatan seperti Sukamara dan Kotawaringin Barat juga diperkirakan berpotensi menerima curah hujan tinggi.
“Curah hujan sebelumnya sudah mengisi sungai. Hujan berikutnya akan menaikkan kembali tinggi muka air,” tegas Anton.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengimbau pemerintah daerah, BPBD, hingga satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan mitigasi lapangan, terutama di wilayah yang secara historis kerap terdampak banjir dan tanah longsor. (Mit).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top