Ekspose Inventarisasi GRK, Barito Utara Tingkatkan Komitmen Penurunan Emisi Daerah

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Rabu, 03 Desember 2025 | 18:49:19 WIB

KALAMANTHANA, Muara Teweh – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barito Utara, drg. Dwi Agus Setijowati membuka kegiatan Ekspose Laporan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Tahun 2025 di Aula DLH Barito Utara, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah serta akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

drg. Dwi Agus Setijowati saat memberikan kata sambutan menekankan, perubahan iklim merupakan tantangan global, yang turut berdampak pada keberlanjutan pembangunan daerah. Ia menjelaskan inventarisasi emisi GRK merupakan kewajiban pemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021.

“Melalui kegiatan ekspose hari ini, kita memastikan Kabupaten Barito Utara memiliki basis data emisi GRK yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Inventarisasi mencakup sektor energi, limbah, pertanian, proses industri, serta perubahan penggunaan lahan dan kehutanan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar-OPD dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon. Penyusunan laporan inventarisasi GRK ini merupakan pekerjaan swakelola tipe II oleh DLH Barito Utara bekerja sama dengan Fakultas Teknik ULM selama tiga bulan dengan sumber pendanaan dari DAU Tahun 2025.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Fakultas Teknik ULM Banjarmasin, Dr. Rizqi Putri Mahyudin, menyampaikan bahwa inventarisasi emisi GRK merupakan langkah fundamental bagi daerah dalam merumuskan strategi mitigasi perubahan iklim.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam membangun sistem pelaporan GRK yang konsisten dan berbasis data. Hasil inventarisasi ini diharapkan menjadi rujukan dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan di Barito Utara,” ungkapnya.

Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen Kabupaten Barito Utara untuk berkontribusi terhadap upaya nasional dalam menurunkan emisi serta menjaga keberlanjutan pembangunan daerah. (Sly).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top