KALAMANTHANA, Palangka Raya – Peran aktif masyarakat melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menjadi kunci utama, dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya di kawasan rawan seperti Mendawai. Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim.
Arif juga mengapresiasi langkah cepat Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya bersama UPTD Puskesmas Bukit Hindu, yang melakukan fogging sebagai tindak lanjut laporan masyarakat terkait kasus DBD.
Menurutnya, fogging memang penting sebagai upaya pengendalian, namun tidak akan efektif jika tidak dibarengi kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Dinkes dan puskesmas. Namun perlu diingat, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang paling penting adalah pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan,” ujarnya Jumat (6/2/2026).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut kawasan Mendawai memiliki tingkat risiko DBD cukup tinggi, terutama karena masih ditemukannya tumpukan sampah dan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Peran masyarakat sangat krusial. Kalau lingkungan masih kotor, banyak genangan air di barang bekas atau sampah, maka siklus DBD akan terus berulang meskipun dilakukan fogging,” tegas Arif.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar konsisten menerapkan PSN melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas.
Selain itu, langkah tambahan seperti penggunaan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, dan gotong royong membersihkan lingkungan juga dinilai penting untuk memutus rantai penularan DBD. (Mit).