KM Citra Anugrah Terbakar Saat Nyandar, Kapten dan ABK Kapal Meregang Nyawa

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 17 Maret 2026 | 07:00:23 WIB

KALAMANTHANA, Makassar – Ledakan keras membuat Kapal Motor (KM) Citra Anugrah terbakar. Dua awak kapal meninggal dunia akibat luka yang serius.

Ledakan tersebut terjadi saat KM Citra Anugrah sedang bersandar di Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapolres Selayar, AKBP Didid Imawan membenarkan kejadian itu. “Ledakan diduga berasal dari tabung gas elpiji 12 kilogram yang ditemukan dalam kondisi terbelah,” katanya, Senin 16 Maret 2026.

Dua korban meninggal masing-masing Aryadin (40) yang merupakan kapten kapal dan Arif Jaya (40) selaku anak buah kapal (ABK). Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri saat terjadi ledakan di kapal tersebut.

Sedangkan dua ABK kapal lainnya dinyatakan selamat. Keduanya adalah Iksan (45) yang mengalami patah tulang kaki saat melompat dari kapal dan Irfan (35) mengalami luka ringan.

KM Citra Anugrah tersebut milik Haji Salam diketahui memuat berbagai barang campuran sekitar 2.000 paket dos, termasuk bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite serta tabung gas ukuran tiga kilogram dan 12 kilogram. Sejumlah barang campuran tersebut juga berhamburan di sekitar dermaga.

Rencananya, barang-barang campuran tersebut akan dibawa ke Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Selayar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Atas kejadian tersebut, Polres Kepulauan Selayar bersama instansi terkait berada lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi, serta membantu pemadaman api hingga mengeluarkan asap hitam tebal di area pelabuhan.

Kapolres menjelaskan, muatan kapal terdiri naas itu terdiri dari bahan pokok, gas elpiji serta BBM merupakan pasokan kebutuhan masyarakat untuk dikirim ke Kecamatan Pasimarannu menjelang lebaran tahun ini.

Atas kejadian tersebut, pihak terkait melakukan koordinasi guna mengantisipasi kemungkinan terhambatnya distribusi logistik ke wilayah tersebut mengingat kebutuhan jelang lebaran meningkat.

Sedangkan dua korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Kecamatan Pasimarannu setelah keluarga menyatakan penolakan untuk dilakukan proses autopsi. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top