Pemkab Kotim Intensifkan Pemantauan Harga Pangan, Siapkan Pasar Murah Jaga Daya Beli

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 10 April 2026 | 13:09:03 WIB
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, beserta jajaran memantau harga pasar Sampit

KALAMANTHANA, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok melalui kegiatan pemantauan di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) dan Pasar Keramat, Sampit, Jum'at (10/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi terkait, mulai dari pemerintah daerah, Bulog, dinas teknis, hingga Satgas Pangan, guna memastikan kondisi pasokan dan harga kebutuhan masyarakat tetap terkendali.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, menyampaikan bahwa dari hasil pemantauan, terdapat beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi harga, baik kenaikan maupun penurunan.

“Komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah plastik, yang dipengaruhi oleh pasokan dari Pulau Jawa serta biaya distribusi. Selain itu, beras jenis Siam Epang juga mengalami kenaikan, meskipun relatif kecil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, harga beras Siam Epang naik dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kilogram, dipengaruhi oleh faktor musim dan pola tanam, mengingat komoditas tersebut hanya dipanen satu kali dalam setahun.

Sementara itu, harga bawang merah justru menunjukkan tren penurunan, dari sebelumnya Rp48.000 menjadi sekitar Rp45.000 per kilogram, bahkan di tingkat pemasok berkisar Rp38.000 hingga Rp40.000.

Untuk komoditas daging sapi, Rafiq mengungkapkan terjadi fluktuasi harga menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.

“Daging sapi sebelum Lebaran berada di kisaran Rp150.000, kemudian naik menjadi Rp180.000 saat menjelang Lebaran, dan setelah itu turun kembali menjadi sekitar Rp160.000,” jelasnya.

Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, pemerintah daerah menilai dampaknya terhadap inflasi masih relatif terkendali, terutama karena kenaikan signifikan terjadi pada barang non-konsumsi langsung seperti plastik.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Kotim terus menggencarkan program pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Pemerintah daerah akan terus melaksanakan pasar murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, terutama ketika terjadi kenaikan harga secara bersamaan,” kata Rafiq.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan terobosan dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menghadirkan alternatif distribusi bahan pokok dengan harga lebih kompetitif.

“Ke depan, kami berupaya menghadirkan unit usaha melalui BUMD yang dapat menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, sehingga dapat menjadi penyeimbang di pasar,” pungkasnya.

Melalui langkah tersebut, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kotawaringin Timur, khususnya Kota Sampit, dapat terus terjaga serta mampu melindungi daya beli masyarakat. (su)
 

Reporter: Redaksi
Back to top