KALAMANTHANA, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta agar GP Anshor ikut membantu Badan Narkotika Nasional (BNN) memerangi peredaran narkoba khususnya di wilayah Bumi Tambun Bungai. Tak hanya itu saja ia juga menekankan jangan sampai satupun yang mencoba-coba barang haram tersebut apalagi sebagai pengedar.

Hal tersebut dilontarkannya saat apel 1000 Banser dan pelantikan Pengurus Wilayah GP Anshor Kalimantan Tengah, periode 2017-2022 di Halaman Istana Isen Mulang Palangka Raya, Sabtu (5/5/2018).

Pelantikan dilakukan oleh Sekjen PP GP Anshor Adung Abdurrahman. Sedangkan yang bertindak sebagai inspektur upacara, penasihat GP Anshor Kalteng yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Agustiar Sabran.

Dalam kesempatan itu juga dirinya mengingatkan agar GP Anshor tidak terlibat politik praktik, apalagi jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

Ternyata gubernur berkeinginan akan membentuk 10 ribu GP Anshor di zona barat Kalteng dan di wilayag tengah sekitar 50 ribu dan di bagian timur 10 ribu.

Dirinya sempat menyentil GP Anshor yang ikut apel, agar tidak asal-asalan. Lantaran banyak dari peserta memilih berteduh menghindari teriknya matahari ketimbang berada di barisan. Usai memberi arahan, gubernur minta agar dinyanyikan mars GP Anshor agar peserta upacara kembali semangat kendati harus berjemur di bawah sinar matahari.

Sementara itu Ketua NU Kalteng, Wahyudi F Dirun menyatakan jelang Pilkada mendukung siapapun pemimpin yang berkomitmen melindungi rakyat kecil dan tidak diskriminatif. NU tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana.

Disisi lain, Agustiar Sabran memberikan apresiasi karena GP Anshor menggelar apel 1000 Banser dalam rangka memperingati harlah NU ke-92, untuk memperkuat indentitas dan jaringan organisasi kepemudaan dan pemerintahan. (tva)