KALAMANTHANA, Palangka Raya – Bakal ada perubahan dalam komposisi pimpinan DPRD Kalimantan Tengah periode 2019-2024? Tanda-tanda itu muncul dari hasil sementara Pemilihan Umum Legislatif DPRD Kalteng 2019.

Dari hasil hitung KPU hingga pukul 11.30 WIB, persaingan suara terbanyak terjadi antara empat partai politik. Keempatnya adalah PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Golkar, dan Partai Demokrat.

Data yang masuk memang belum banyak. Baru dari 433 tempat pemunguran suara (TPS) dibanding total 8.133 TPS di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Prosentasenya baru mencapai 5.32 persen.

Dari data yang masuk situng tersebut, diketahui PDI Perjuangan sementara memimpin perolehan suara dengan 17,09 persen. Di luar dugaan, Partai Nasdem menyodok ke posisi kedua dengan raihan 16,73 persen.

Nasdem cukup jauh meninggalkan Partai Golkar dan Partai Demokrat. Partai Golkar baru meraih 13.04 persen suara, sementara Partai Demokrat sebanyak 11,98 persen suara.

Keempat partai, jika prosentase raihan suara tak berubah, potensial menempatkan kader terbaiknya di pimpinan DPRD Kalimantan Tengah. Bagi Partai Nasdem ini jadi hal baru karena pada periode sebelumnya mereka tak mampu menembus kursi pimpinan Dewan.

Partai Gerindra yang sebelumnya masuk empat besar, hingga saat ini baru memiliki raihan suara di bawah dua digit, yakni 8,46 persen suara. Mereka unggul tipis dibanding Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Pada periode 2014-2019, komposisi pimpinan DPRD Kalteng terdiri dari politisi PDI Perjuangan (R Atu Narang), Golkar (Abdul Razak), Gerindra (Heriansyah), dan Partai Demokrat (Baharuddin Lisa).

Komposisi suara Pileg DPRD Kalteng hingga pukul 11.30 WIB

PDI Perjuangan      17,09 persen

Partai Nasdem        15,73 persen

Partai Golkar           13,04 persen

Partai Demokrat     11,98 persen

Gerindra                   8,46 persen

PKB                             7,36 persen

PAN                            6,87 persen

PPP                             4,44 persen

PKS                             4,33 persen

Perindo                     4,19 persen

Hanura                      2,58 persen

Partai Berkarya       1,13 persen

PKPI                           1,11 persen

PSI                              0,84 persen

Partai Garuda          0,52 persen

PBB                             0,32 persen