KALAMANTHANA, Muara Teweh – Sudah lebih dari 10 persen data suara di tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu Legislatif DPRD Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang masuk ke sistem hitung (situng) KPU RI. Bakal ada perubahan parpol pimpinan DPRD Barito Utara?

Ini memang baru hasil awal. Bukan hasil resmi. Perolehannya pun baru dari 49 TPS dari total 490 TPS yang ada di Barito Utara. Baru 10,42 persen. Data yang masuk pun baru berasal dari dua daerah pemilihan (dapil) dari empat dapil yang ada, yakni dapil Barito Utara 1 dan Barito Utara 3.

Dari data yang ada tersebut, untuk sementara Partai Demokrat memimpin perolehan suara terbanyak. Partai berlambang Mercy ini meraih 21,37 persen suara. Mereka mengungguli Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan 17,3 persensuara.

Demokrat terpantau sangat dominan di Dapil Barut 1. Di sini mereka mendapatkan 1.226 suara, unggul lebih dari 400 suara dibanding PKB. Tapi, di Barut 3, PKB justru unggul tipis. Di sini PKB mendapatkan 592 suara, tipis di atas Demokrat yang mendapatkan 500 suara.

Posisi ini, jika bertahan terus, akan membuat Demokrat mematahkan tradisi lama di DPRD Barito Utara. Selama ini, posisi Ketua DPRD Barito Utara dipegang politisi-politisi PDI Perjuangan.

Lalu, di mana posisi PDIP saat situng sudah menghitung 10 persen data TPS yang masuk? PDIP “cukup tertatih-tatih”. Mereka kini berada di posisi kelima, di belakang Gerindra dan bahkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Raihan suara PDIP di 10 persen data yang masuk, baru mencapai 9,62 persen. Di atas mereka ada Partai Gerindra dengan 12,02 persen dan PPP yang meraih 10,87 persen suara.

Hasil Sementara Pileg DPRD Barut berdasarkan Situng KPU RI Senin (22/4/2019) pukul 10.45 WIB:

Partai Demokrat     21,37 persen

PKB                             17,30 persen

Gerindra                   12,01 persen

PPP                             10,87 persen

PDI Perjuangan      9,62 persen

Partai Golkar           7,86 persen

Partai Hanura          7,01 persen

PKS                             4,30 persen

Partai Nasdem        3,28 persen

PAN                            2,75 persen

Perindo                     1,44 persen

PBB                             1,42 persen

Partai Berkarya       0,37 persen

Partai Garuda          0,21 persen

PSI                              0,12 persen

PKPI                           0,06 persen