KALAMANTHANA, Tamiang Layang – Perubahan komposisi pimpinan lembaga legislatif tampaknya tak hanya akan terjadi di DPRD Barito Utara, melainkan juga tetangganya DPRD Barito Timur. Kuat dugaan, PDI Perjuangan pun akan kehilangan kursi Ketua DPRD Bartim.

Kemungkinan itu terbuka melihat hasil perolehan sementara suara pada Pemilu 2019 berdasarkan sistem hitung (situng) KPU RI. PDIP akan sulit bersaing dengan raihan suara Partai Golkar dan bahkan masih tertinggal dibandingkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) serta Partai Nasdem.

Hingga Kamis (25/4/2019) pukul 14.30 WIB, Situng KPU RI mencatat suara yang masuk dari Barito Timur sudah mencapai 41,08 persen. Data yang masuk berasal dari 159 dari total 387 tempat pemungutan suara (TPS) di Barito Timur.

Dari data tersebut, Golkar sementara menguasai perolehan suara di Bartim. Sejauh ini, satu dari lima pemilih menjatuhkan harapannya pada kader Partai Golkar. Si Kuning meraih 20 persen suara.

Raihan itu jauh meninggalkan PDIP, pemenang Pemilu Legislatif 2014 di Barito Timur. PDIP baru mengumpulkan 10,87 persen suara. Posisinya tertinggal mendekati dua kali lipat dibanding Golkar.

PDIP bahkan terancam tak kebagian kursi di pimpinan DPRD Bartim. Pasalnya, hingga saat ini mereka baru berada di posisi keempat. Posisi kedua sementara diduduki PKPI  dengan 15,10 persen suara, disusul Partai Nasdem dengan 12,78 persen.

Pada periode berjalan, lembaga DPRD Bartim dipimpin kader PDIP. Posisi Ketua DPRD ditempati Broelalano yang merupakan politisi Partai Banteng. (afa)

Perolehan sementara DPRD Bartim hingga Kamis (25/4/2019) pukul 14.30 WIB

Partai Golkar           20,00 persen

PKPI                           15,10 persen

Partai Nasdem        12,78 persen

PDI Perjuangan      10,87 persen

Partai Demokrat     10,84 persen

Perindo                     7,53 persen

PPP                             7,23 persen

PKB                             4,00 persen

Gerindra                   3,94 persen

Partai Berkarya       2,90 persen

PAN                            2,01 persen

Hanura                      1,03 persen

PKS                             0,94 persen

PSI                              0,45 persen

Partai Garuda          0,25 persen

PBB                             0,12 persen