KALAMANTHANA, Palangka Raya — Program “Ubah Sampahmu Jadi Sembako” yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya di Bank Sampah Induk, Rabu (22/5), disambut antusias oleh ratusan warga. Program ini menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sekaligus meringankan kebutuhan pokok sehari-hari.
Warga datang membawa berbagai jenis sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kaleng, kertas bekas, kerasan, hingga minyak goreng bekas untuk ditukar dengan paket sembako. Barang-barang yang diperoleh warga meliputi minyak goreng, gula, kecap, mie instan, susu kaleng, garam, kopi, dan teh.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat. Ia menyebut program ini sebagai contoh nyata penerapan ekonomi sirkular yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
“Ini adalah bentuk nyata gerakan ekonomi sirkular. Warga mendapatkan manfaat langsung, dan kota memperoleh lingkungan yang lebih bersih menuju Palangka Raya semakin KEREN,” ujar Zaini.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 578,5 kilogram sampah anorganik berhasil dikumpulkan. Seluruh sampah akan dikelola secara optimal oleh bank sampah guna mencegahnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus mengurangi beban operasional armada pengangkut dan memperpanjang usia pakai TPA.
Plt Kepala DLH Kota Palangka Raya, Sugiyanto, menegaskan bahwa program ini akan digelar secara berkala sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan budaya baru dalam pengelolaan sampah.
“Kami ingin menjadikan program ini sebagai gerakan kolektif masyarakat dalam mengelola sampah dengan nilai ekonomis. Ini bukan hanya solusi lingkungan, tapi juga solusi sosial,” tegas Sugiyanto.(Mit)