Maulid Nabi Jadi Spirit Kebersamaan dan Pembangunan di Katingan

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Rabu, 17 September 2025 | 08:49:06 WIB

KALAMANTHANA, Katingan – Wakil Bupati Katingan, Firdaus, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Hiyang Bana, Senin (15/9/2025). Acara yang digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) berlangsung khidmat dengan rangkaian pembacaan shalawat, tausiyah agama, dan doa bersama untuk keselamatan umat.

Suasana religius semakin terasa ketika lantunan shalawat bergema dari jamaah yang hadir. Peringatan Maulid Nabi dipandang sebagai bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.

Dalam sambutannya, Wabup Firdaus menekankan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk menggali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Nabi Muhammad SAW adalah suri teladan yang sempurna. Akhlak beliau adalah pedoman hidup yang tidak lekang oleh waktu. Melalui peringatan Maulid ini, mari kita tingkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat Desa Hiyang Bana khususnya, dan Kabupaten Katingan pada umumnya, menjadikan Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat. Menurutnya, kebersamaan merupakan kunci menjaga keharmonisan sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

“Semangat kebersamaan yang kita rasakan hari ini harus terus kita jaga. Pemerintah daerah akan selalu hadir mendukung kegiatan keagamaan, karena melalui nilai-nilai agama kita bisa membangun masyarakat yang damai, religius, dan sejahtera,” tambahnya.

Ketua PHBI Masjid Baitul Muttaqin menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Katingan. Kehadiran Wabup Firdaus dinilainya menjadi motivasi masyarakat untuk memakmurkan masjid serta menghidupkan kegiatan keagamaan di desa.

Acara juga menghadirkan penceramah yang menekankan pentingnya meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun umat berakhlakul karimah. Ia menegaskan, generasi muda harus dikenalkan dengan sejarah perjuangan Nabi agar tidak tercerabut dari akar nilai-nilai Islam yang rahmatan lilalamin. (Mit).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top