Road Race Sampit Tetap Digelar, Start-Finis Dipindah ke Jalan S. Parman

Penulis: Editor Kalamanthana 25  •  Rabu, 10 Desember 2025 | 08:22:59 WIB

KALAMANTHANA, Sampit –  Polemik terkait lokasi penyelenggaraan road race di Taman Kota Sampit akhirnya menemukan titik temu. Melalui rapat bersama panitia, IMI Kotim, Dewan Paroki Don Bosco, dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (9/12/2025), diputuskan event tetap digelar di Taman Kota pada 13–14 Desember 2025 dengan penyesuaian utama berupa pemindahan titik start dan finis.

Ketua IMI Kotim, Angga Aditya Nugraha, menyampaikan apresiasi atas solusi yang disepakati bersama seluruh pihak. “Alhamdulillah event ini bisa tetap berjalan. Semua catatan dari kedua belah pihak sudah terpenuhi dan disepakati, yakni start-finis kita pindah,” ujarnya.

Ia berterima kasih kepada Sekretariat Daerah Kotim yang memfasilitasi dialog, serta Pastor Don Bosco, yayasan, dan Rumah Sakit Terapung Obor yang turut mendukung kegiatan olahraga tersebut. Angga menegaskan gelaran tahun ini akan menjadi road race terakhir di kawasan Taman Kota, mengingat area tersebut akan difokuskan untuk ruang publik serta persiapan atlet menuju Porprov 2026.

Sementara itu, Ketua Dewan Paroki San Yohanes Don Bosco Sampit, Adrianus Salampak, menyatakan pihak gereja mendukung kegiatan olahraga, namun menekankan pentingnya menjaga akses menuju Rumah Sakit Terapung Obor dan gereja. “Yang kami minta adalah akses poliklinik dan rumah ibadah tetap terbuka. Dari trotoar minimal 2 sampai 2,5 meter untuk masuk. Jalan S. Parman juga harus diberi akses, jangan sampai tertutup penonton atau parkir,” tegasnya.

Pihak gereja menyambut baik keputusan memindahkan start dan finis dari depan poliklinik ke Jalan S. Parman, tepat di depan eks Pasar Mentaya. “Biasanya kalau ada event start di sini, akhirnya banyak keluhan. Pasien tidak bisa tidur. Jadi kami setuju kalau dipindah ke sana,” ujarnya.

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kotim, Oktaf Pahlevi, menegaskan seluruh masukan dari pihak terkait telah dimasukkan dalam keputusan rapat. “Pertama, kegiatan tetap dilaksanakan di Taman Kota. Kedua, panitia wajib memberikan akses kepada Rumah Sakit Terapung Obor. Di sepanjang Jalan Yos Sudarso disiapkan space sekitar dua meter untuk mobil,” jelasnya.

Ia memastikan lokasi start dan finis resmi dipindahkan dari Jalan Yos Sudarso ke Jalan S. Parman, termasuk pemindahan panggung hiburan. “Sound juga tidak diarahkan ke Yos Sudarso agar efek suaranya bisa diminimalisir. Kami berterima kasih kepada Dewan Paroki Don Bosco yang membuka diri untuk bermusyawarah,” ujarnya.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, road race tetap berlangsung sesuai jadwal. Panitia memproyeksikan gelaran akan meriah, dengan lebih dari 250 pebalap ikut serta dan jumlah penonton diprediksi menembus 10.000 orang. Sedikitnya lima pebalap nasional juga dijadwalkan hadir memeriahkan lomba. (Su).

Reporter: Editor Kalamanthana 25
Back to top