Korban Pertama Jatuhnya ATR Indonesia Air Transport Teridentifikasi: Florencia Lolita Wibisono

Penulis: admin2020  •  Rabu, 21 Januari 2026 | 14:17:36 WIB

KALAMANTHANA, Jakarta – Satu dari dua jenazah korban pesawat ATR Indonesia Air Tranpsort yang jatuh di Sulawesi Selatan, teridentifikasi. Dia: Florencia Lolita Wibisono.

Kepastian jenazah pertama korban pesawat ATR Indonesia Air Transport adalah Florencia Lolita, tercapai setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil melakukan identifikasi.

Florencia Lolita adalah salah seorang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang merupakan pramugari pesawat tersebut.

Dia teridentifikasi setelah Tim DVI melakukan pemeriksaan post mortem dan ante mortem di Posko DVI, Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan ante mortem nomor AM004, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun,” ujar Kepala Bidokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhamad Haris saat konferensi pers di Makassar, Rabu 121 Januari 2026.

Hasil identifikasi tersebut terungkap setelah tim di Posko DVI menerima satu kantong jenazah pada Selasa (20/1) malam dan melakukan identifikasi secara cermat bersama tim DVI Pusdokes Polri, tim Iden Polda Sulsel, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).

“Alamat (korban) Apartemen Walk Tower A Unit 216 Pulo Gadung, Jakarta Timur. (Identifikasi) melalui sidik jari, data gigi, properti dan ciri medis,” ucapnya.

Sebelumnya Posko DVI di Biddokkes Polda Sulsel di area Rumah Sakit Bayangkara telah menerima dua jenazah korban untuk diidentifikasi. Jenazah yang pertama tiba pada Selasa (20/1/2026) malam dengan jenis kelamin perempuan (sudah terinstifikasi). Jenazah kedua tiba pagi tadi, jenis kelamin laki-laki (belum teridentifikasi).

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di daerah perbatasan Kabupaten Maros dengan Pangkajene dan Kepulauan sebelum mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1).

Pesawat tersebut ditumpangi oleh 10 orang, yang terdiri atas tujuh kru pesawat dan tiga penumpang. Dua korban telah ditemukan di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel. (*)

Reporter: admin2020
Back to top