Lantang! Bupati Penajam Paser Utara Peringatkan Pertamina Soal Lawe-Lawe Ini

Penulis: admin2020  •  Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:11:46 WIB

KALAMANTHANA, Penajam – Peringatan datang dari Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor. Dia minta Pertamina memperhatikan lingkungan di Kelurahan Lawe-Lawe.

Peringatan itu disampaikan Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mengingat Kelurahan Lawe-Lawe menjadi fasilitas penunjang kilang terintegrasi (RDMP) sebagai kilang penampungan minyak mentah.

“Salah satu fasilitas penunjang RDMP Balikpapan, yakni kilang penampungan minyak mentah berada di wilayah Kecamatan Penajam," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor ketika ditanya mengenai beroperasi RDMP setelah diresmikan Presiden Prabowo pada 12 Januari 2016 di Penajam, Sabtu 17 Januari 2026.

“Aktivitas industri berskala masif itu membawa konsekuensi nyata terhadap lingkungan,” tambahnya.

Pemerintah kabupaten mengajak PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai pengelola kilang, lebih memperhatikan dampak kewilayahan dan lingkungan yang muncul di sekitar lokasi operasional.

PT KPI diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, karena membutuhkan solusi cepat, antara lain seperti penanganan banjir di kawasan Lawe-Lawe hingga akses layanan publik.

"Juga ketersediaan bahan baku air bersih bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," jelasnya.

Dia menambahkan, sumber bahan baku air bersih utama kabupaten setempat, berada di wilayah Kelurahan Lawe-Lawe, tepatnya dalam kawasan otoritas PT Pertamina (Persero).

Penyaluran dana tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) bisa dimaksimalkan untuk program yang lebih menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar secara berkelanjutan, dan lingkungan.

Dengan penambahan kapasitas kilang penampungan minyak mentah dari lima juta barel menjadi 7,5 juta barel, membuat Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi salah satu daerah dengan konsentrasi pengelolaan minyak terbesar di Indonesia, seiring mulai beroperasinya RDMP di Kota Balikpapan.

"Kilang penampungan minyak mentah di Kabupaten Penajam Paser Utara yang mendukung penuh operasional kilang Pertamina di Kota Balikpapan," katanya.

Aktivitas dipastikan semakin tinggi, apalagi dilengkapi dengan fasilitas bongkar muat untuk kapal tanker VLCC (Very Large Crude Carrier), sehingga dampak lingkungan dan lainnya sekitar wilayah operasional perlu dapat perhatian, demikian Mudyat Noor. (*)

Reporter: admin2020
Back to top