KALAMANTHANA, Penajam - Rapat koordinasi tim dan Korlantas Polri berlangsung di Aula Ditlantas Polda Kalimantan Timur, Selasa (12/12/2017). Agendanya melakukan kajian di wilayah Kutai Barat, Paser, Kukar dan PPU terkait rencana pemindahan ibukota negara.

Pada rapat tersebut, para peserta memaparkan masing-masing kabupaten dengan data dan fakta terkait kesiapan jika menjadi lokasi pemindahan ibukota negara. Dari Penajam Paser Utara, tim beranggotaan Dinas Pekerjaan Umum, Bappelitbang, Dinas Kominfo, dan Dinas Perhubungan.

Kepala Bappelitbang PPU, Alimuddin pada kesempatan tersebut menyampaikan, mengutip penyampaian Menteri PPN dan Kepala Bappenas bahwa diupayakan dalam rencana pemindahan ibukota minim biaya pembebasan lahan. PPU memiliki luasan hutan sebesar 122 ribu hektar lebih dan merupakan milik negara yang sebagiannya merupakan hutan produksi beberapa perusahaan dan sangat memungkinkan untuk dijadikan alternatif pemindahan ibukota. Apalagi jika digabungkan dengan kawasan Kutai Barat dan Kutai Kartanegara.

“Jika dilihat dari topografi sangat dimungkinkan mengingat kontur daerah tersebut bervariasi antara 25 hingga 175 meter dari permukaan laut sehingga bebas dari banjir. Bila ditinjau dari struktur tanah merupakan campuran antara pasir bercampur tanah liat dan batuan keras sehingga sangat memungkinkan dibangun struktur bangunan tinggi,” ujarnya.

Jika dilihat dari sisi transportasi, untuk PPU sangat strategis. Saat ini untuk sampai pada bandara internasional memiliki empat jalur alternatif, di antaranya Sepaku via Pulau Balang hanya ditempuh sekitar 50 km saja, kedua via Sepaku km 38 ruas Tol Samarinda Balikpapan sekitar 70 km, ketiga Silkar jembatan tol Balikpapan yang berjarak hanya 80 an kilometer dan yang keempat via angkutan sungai melalui kapal feri yang cukup strategis dalam pergerakan sebagai pusat pemerintahan/ibukota.

“Hal ini masih ditunjang dengan akses ke kabupaten/kota tetangga seperti Kukar, Kutai Barat yang akan dibuka ruas jalan pendekatan dan jalur kereta api yang akan mempermudah koneksi antar daerah,” ujarnya di Balikpapan.

Selain itu dari sisi telekomunikasi, PPU telah terlayani dengan jaringan 4G dari operator Telkomsel dan Indosat dan seluruh kecamatan telah terakses dengan FO yang dapat menunjang sarana telekomunikasi sebagai pusat pemerintahan.

Untuk ketersediaan air bersih, telah dikaji dan akan dibangun dua bendungan skala besar untuk memenuhi kebutuhan air minum dan listrik yang ada di Kecamatan Sepaku. Selain itu untuk pemenuhan energi juga sedang dalam tahap pengerjaan interkoneksi SUTT Interkoneksi Kalimantan berbahan batubara mulut tambang.

Untuk menopang kelancaran arus barang jasa, PPU juga membangun autoringroad Penajam Balikpapan untuk kawasan industri serta perdagangan dan jasa di sekitar pesisir (Water Front City). Hal ini juga ditunjang dengan kondisi sosial ekonomi yang baik dan kondusif sehingga Penajam dan sekitarnya kami anggap siap untuk menjadi ibukota negara.

Setelah mendapat penjelasan tersebut tim merasa tertarik atas penyampaian tersebut sehingga langsung meninjau ke PPU.

Pertemuan di PPU diterima oleh Sekda didampingi Kominfo dan Bapelitbang di ruang rapat Sekda, sambil ada tambahan penjelasan teknis melalui peta dan dilanjutkan dengan lapangan. (myu)