KALAMANTHANA, Sampit – Tiga kandidat dinyatakan lolos seleksi calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, untuk mengikuti Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang digelar Sabtu, 12 Juli 2025. Mereka adalah Ahmad Sarwo Oboi, Gahara, dan Alexius Esliter.
Namun, dalam forum Musorkablub tersebut, Alexius Esliter akhirnya terpilih sebagai Ketua KONI Kotim periode lima tahun ke depan. Ia meraih dukungan terbanyak dari cabang olahraga (cabor), dengan total 16 suara.
Dalam wawancara bersama kalamanthana.id, Alexius mengungkapkan bahwa langkah awal kepemimpinannya adalah membentuk struktur tim pengurus sementara (tim prematur). Setelah pelantikan resmi, barulah pihaknya akan menyusun langkah strategis untuk membenahi organisasi.
“Langkah awal kami yaitu membentuk tim prematur pengurus yang baru. Setelah pelantikan, baru kita atur strategi lanjutan. Yang terpenting adalah kita berjuang bersama-sama,” ujarnya.
Meski optimis, Alexius tidak menampik bahwa dirinya menerima banyak keluhan dari pengurus cabor. Ia menilai selama ini pengelolaan KONI terkesan tidak terkendali. Ia menekankan perlunya langkah cepat dan tepat untuk membangkitkan kembali semangat olahraga di Kotim, khususnya menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, di mana Kotim bertekad mempertahankan gelar juara umum.
Kepemimpinan Alexius datang di tengah sorotan publik. KONI Kotim sebelumnya diterpa kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Ketua, Sekretaris, dan Bendaharanya. Kondisi itu membuat organisasi sempat vakum dan mengalami persoalan internal yang cukup serius.
Kini, publik menanti, mampukah Alexius Esliter, tokoh asal Desa Palangan ini, membawa KONI Kotim keluar dari bayang-bayang krisis dan mengantarkannya kembali ke puncak kejayaan? (Darmo).