KALAMANTHANA, Kuala Kapuas - Setelah hampir 20 tahun terbengkalai, Terminal Kapuas yang berlokasi di Jalan Jepang, Kuala Kapuas, kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui program pembenahan dan penataan kawasan.

Bupati Kapuas, H Muhammad Wiyatno, menyampaikan bahwa pembenahan Terminal Kapuas tidak hanya ditujukan untuk mengaktifkan kembali fungsi terminal, tetapi juga akan dikembangkan menjadi kawasan rest area yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau (RTH) serta berbagai fasilitas umum pendukung.

“Terminal ini sudah hampir 20 tahun terbengkalai. Sekarang kita mulai melakukan pembenahan dan penataan, dimulai dari pengembangan dan perluasan pada tahap awal,” ujar Wiyatno di Kuala Kapuas, Selasa (27/1/2026).

[caption id="attachment_152449" align="alignnone" width="300"] Kawasan Terminal Kapuas tampak dari atas. Foto : Ist[/caption]

Pada tahap pertama, Pemkab Kapuas melakukan sejumlah pekerjaan fisik, antara lain perluasan area terminal, penimbunan lahan, serta perkerasan. Ke depan, pemerintah daerah juga masih berupaya melakukan penambahan luasan kawasan terminal guna mengantisipasi pertumbuhan Kota Kuala Kapuas dalam jangka panjang.

“Walaupun saat ini lahannya terlihat cukup luas, namun jika kita berbicara perkembangan kota dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, kawasan terminal ini masih perlu diperluas,” jelas mantan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.

Menurut Wiyatno, lokasi Terminal Kapuas sangat strategis karena berada di persimpangan jalan nasional. Hal ini menjadikan kawasan tersebut potensial untuk dikembangkan tidak hanya sebagai terminal transportasi, tetapi juga sebagai ruang terbuka hijau, rest area, serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pengembangan UMKM.

[caption id="attachment_152450" align="alignnone" width="300"] Kawasan Terminal Kapuas tampak dari atas. Foto : Ist[/caption]

Ia menambahkan, ke depan Pemkab Kapuas juga berencana melakukan pembebasan lahan di sekitar terminal. Lahan tersebut nantinya akan ditimbun dan ditata secara bertahap, dilanjutkan dengan penataan lingkungan terminal serta pembangunan fasilitas pendukung seperti tempat istirahat, musala, WC umum, dan sarana publik lainnya.

“Karena terminal ini berada di jalan nasional, kami juga sudah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional terkait rencana pelebaran jalan ke depan, termasuk penataan lampu penerangan di sepanjang jalan nasional tersebut,” pungkas Wiyatno. (fan)