KALAMANTHANA, Muara Teweh – Jasad Sri Jimah yang tenggelam di Sungai Barito, ditemukan di hari keempat pencarian. Untung ada nakhoda kapal batubara.

Sri Jimah, balita berusia tiga tahun itu, mengalami nasib nahas pada Selasa 17 Maret 2026 siang. Dia terjatuh dari rumah lanting milik keluarganya.

Upaya pencarian mandiri oleh warga setempat sempat dilakukan,  namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya informasi tersebut diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya.

Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Malik, menyampaikan memasuki hari keempat pencarian, tim gabungan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Beruntung, saat baru memulai aksinya pada hari keempat, Tim SAR Gabungan mendapatkan informasi penting. Datangnya dari nakhoda kapal batubara yang melintas di Sungai Barito.

“Pukul 08.45 WIB, Tim SAR Gabungan menerima info dari nakhoda kapal batubara yang melintas di Sungai Barito bahwa korban telah ditemukan meninggal dunia dan dievakuasi oleh Polairud dan BPBD Barito Selatan. Jarak penemuan korban sekitar 148 km dari lokasi kejadian,” ungkap Malik.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas di lapangan dan dibawa ke RS Jaragah Sasameh di Buntok untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana mengapresiasi kerja keras Tim SAR Gabungan di lapangan hingga korban akhirnya dapat ditemukan.

Unsur SAR yang terlibat antara lain Koramil Teweh Tengah, Polsek Teweh Tengah, BPBD Kab. Barito Utara, BPBD Kab. Barito Selatan, Polairud Barut, Polairud Barsel, Perangkat Desa Lemo 1, Masyarakat serta keluarga korban.

“Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan secara resmi ditutup pada pukul 11.15 WIB. Seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke kesatuan masing-masing,” tambahnya. (*)