KALAMANTHANA, Tamiang Layang — Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar serangkaian kegiatan pembinaan dan pengembangan layanan literasi di lima desa: Jaar, Kandris, Bamban, Tewah Pupuh, dan Pulau Padang. Program ini bertujuan memperkuat peran perpustakaan desa sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Barito Timur, Ari Panan P. Lelo, menyampaikan bahwa pihaknya menjalankan sejumlah program strategis, termasuk pembinaan perpustakaan desa, penyaluran perangkat komputer untuk mendukung digitalisasi layanan, serta sosialisasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 2025.
Selain itu, jajaran dinas juga melakukan monitoring terhadap kegiatan KKN Tematik Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) 2025, yang mengimplementasikan 15 program kerja dari Perpustakaan Nasional. Program tersebut mencakup peningkatan minat baca, literasi digital, pelatihan keterampilan masyarakat, dan penguatan fungsi perpustakaan sebagai ruang inklusif.
Dalam kegiatan tersebut, dua perpustakaan desa menerima Sertifikat Akreditasi: Perpustakaan Desa Bamban meraih Akreditasi B, sementara Perpustakaan Desa Pulau Padang memperoleh Akreditasi C.
Ari Panan mengapresiasi hasil pembinaan yang menunjukkan peningkatan aktivitas perpustakaan desa, terutama dalam menyelenggarakan kegiatan untuk anak-anak dan masyarakat umum, dengan dukungan aktif dari PKK Desa sebagai mitra.
“Perpustakaan desa adalah ruang inklusif yang dapat memperluas wawasan, mengasah keterampilan, dan membuka peluang bagi masyarakat. Kami berharap sinergi ini terus terjaga agar perpustakaan menjadi pilar penguatan SDM di tingkat desa,” ujarnya.
Program literasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat desa yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. (Anigoru).