Kalamanthana, muara teweh — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Taufik Nugraha, menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) daerah yang dinilai sudah tidak mampu lagi mengakomodasi dinamika pembangunan dan kebutuhan masyarakat lokal.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Selasa (16/9/2025), Taufik menegaskan bahwa RTRW yang berlaku saat ini justru berpotensi menjadi penghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Rencana tata ruang kita saat ini sudah tidak relevan lagi dengan kondisi di lapangan. Banyak aspirasi masyarakat dan kebutuhan pembangunan yang tidak bisa terfasilitasi karena keterbatasan ruang yang diatur dalam RTRW yang ada,” ujar Taufik.

Ia mendorong agar seluruh pemangku kepentingan—pemerintah daerah, legislatif, dan instansi teknis—segera duduk bersama untuk mengevaluasi dan merevisi RTRW secara komprehensif. Menurutnya, pelibatan masyarakat dalam proses revisi sangat penting agar arah pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan lokal, termasuk sektor ekonomi, perumahan, dan infrastruktur.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap perkembangan yang ada. Jika tata ruang tidak disesuaikan, maka akan timbul konflik kepentingan, tumpang tindih lahan, hingga menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Fraksi PDI Perjuangan, lanjut Taufik, akan menjadikan agenda evaluasi RTRW sebagai prioritas dalam pembahasan bersama eksekutif. Ia berharap proses ini dilakukan secara transparan dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas. (Sly).