KALAMANTHANA, Palangka Raya — Wakil Ketua II Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Dudie B Sidau, menyerukan agar pemerintah kota lebih serius dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Ia menilai isu ini bukan sekadar soal ketersediaan bahan makanan, tetapi menyangkut stabilitas ekonomi dan kemandirian masyarakat, terutama di tengah ancaman perubahan iklim dan tekanan ekonomi global.
“Perlu ada dukungan nyata, seperti pelatihan, pendampingan, hingga bantuan sarana dan prasarana. Agar masyarakat bisa mengembangkan usaha berbasis pangan lokal,” tegas Dudie, Minggu (14/9/2025).
Menurutnya, Kota Palangka Raya memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan rumah tangga. Namun, potensi tersebut dinilai belum diolah secara optimal untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
Dudie juga menekankan pentingnya keterlibatan lintas kelompok—petani, pelaku UMKM, hingga generasi muda—dalam pengembangan pangan lokal. Ia mendorong pemerintah membuka ruang kolaborasi dan menyediakan pendampingan agar pengelolaan potensi lokal berjalan berkelanjutan dan produktif.
“Pemerintah harus melihat ketahanan pangan bukan sekadar proyek sesaat, tetapi sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi ketidakpastian ekonomi dan iklim,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa akses terhadap pangan sehat, bergizi, dan terjangkau adalah hak dasar masyarakat. “Kita harus memanfaatkan potensi yang kita miliki untuk menjamin kebutuhan dasar ini terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Mit).