KALAMANTHANA, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) dan sejumlah indikator strategis ekonomi untuk Juni 2025, Selasa (1/7/2025), di Ruang Vicon BPS Kalteng.

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyampaikan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,32 persen, inflasi tahunan (year-on-year) sebesar 1,06 persen, dan inflasi tahun kalender sebesar 1,08 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan andil 0,21 persen, dipicu oleh kenaikan harga bawang merah, ikan peda, cabai rawit, dan sigaret kretek mesin.

Sebaliknya, komoditas seperti beras, ikan nila, ikan patin, ikan baung, dan bensin memberikan kontribusi deflasi. Empat wilayah pantauan mengalami inflasi, yaitu Kapuas (0,46%), Sampit (0,43%), Palangka Raya (0,19%), dan Sukamara (0,06%).

BPS juga mencatat penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 1,68 persen, dari 134,29 menjadi 132,04. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga yang diterima petani sebesar 1,40 persen dan naiknya harga yang dibayar petani sebesar 0,28 persen.

Empat dari lima subsektor mengalami penurunan NTP: Tanaman Pangan (-0,28%), Perkebunan Rakyat (-2,45%), Peternakan (-0,83%), dan Perikanan (-0,51%). Hanya subsektor hortikultura dan perikanan budidaya yang mencatat kenaikan masing-masing sebesar 1,19 persen dan 1,48 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga turun 1,77 persen, dari 138,71 menjadi 136,26, mencerminkan tekanan pada biaya produksi dan daya beli petani.

Di sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Mei 2025 tercatat USD 326,52 juta, turun 0,74 persen dibanding Mei 2024. Komoditas utama ekspor meliputi batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, dan karet remah, dengan negara tujuan India, Jepang, dan Korea Selatan.

Impor turun drastis sebesar 68,23 persen menjadi USD 0,61 juta, didominasi oleh mesin industri, pupuk, dan aspal dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Meski ekspor menurun, Kalteng tetap mencatat surplus perdagangan sebesar USD 14,58 juta untuk periode Januari–Mei 2025.

Di sektor jasa, jumlah tamu hotel berbintang pada Mei 2025 mencapai 44.108 orang dengan tingkat hunian stabil. Transportasi udara mencatat kenaikan penumpang sebesar 4,6 persen dan volume barang naik 24,5 persen. Sebaliknya, angkutan laut mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 34,1 persen, namun volume barang meningkat 13,9 persen. (Sly).