KALAMANTHANA, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, mengingatkan sejumlah potensi hambatan pembangunan, khususnya terkait kondisi anggaran yang diproyeksikan menurun pada beberapa tahun ke depan.

“RPJMD ini sesuai dengan visi-misinya Pak Gubernur, kita sangat mendukung. Tapi saya tadi sampaikan, jangan abaikan tantangan anggaran. Ada proyeksi penurunan di 2026–2027, terutama karena menurunnya transfer pusat dan melemahnya PAD,” ujar Tomy dalam rapat pembahasan RPJMD di DPRD Kalteng, Jumat (18/7/2025).

Tomy menegaskan pentingnya RPJMD bukan sekadar dokumen prediktif, tapi berbasis pada kalkulasi dan strategi yang konkret agar mampu menjawab tantangan fiskal dan memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyinggung masih tingginya ketergantungan terhadap dana pusat, padahal menurutnya ada banyak potensi yang bisa dioptimalkan dari dalam daerah. “PAD itu harus ditekan untuk terus naik. Kita punya peluang dari BUMD, pajak daerah, pengelolaan aset, dan sektor-sektor yang belum maksimal digarap,” ujarnya.

Tomy menegaskan bahwa pendapatan asli daerah seharusnya bisa terus meningkat seperti periode sebelumnya. Namun dalam draf RPJMD yang disampaikan, justru terlihat adanya penurunan. Hal ini, menurutnya, menandakan kurangnya sinergi antara perencanaan dan optimalisasi sumber daya daerah.

“BUMD kita sudah dimodali oleh pemerintah. Harusnya ada feedback yang kuat untuk PAD. Sekarang ada kontribusi, tapi belum maksimal. Ini yang harus ditekan, dimaksimalkan,” katanya.

Selain BUMD, ia juga menyinggung aset milik Pemprov yang berpotensi besar dikembangkan untuk menambah pendapatan. Salah satunya, menurut Tomy, adalah sektor olahraga dan pariwisata. Ia menyebut kawasan seperti Tanjung Puting hingga pengelolaan gedung-gedung milik pemerintah dapat diprofesionalkan agar menghasilkan nilai ekonomi.

“Pariwisata itu menjanjikan. Kita punya sumber daya alam luar biasa. Kalau digarap serius, kontribusinya terhadap PAD bisa sangat signifikan. Tapi semua itu masih dalam tahap penggodokan,” tutupnya. (ny)