KALAMANTHANA, Palangka Raya – Pelaksanaan misi dagang antara Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Jawa Timur (Jatim) dinilai memberi dampak signifikan bagi pelaku usaha, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyambut positif kegiatan tersebut karena tidak hanya mencatat transaksi besar di tingkat provinsi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha di daerah. “Tidak hanya UMKM, tadi disampaikan Gubernur Jawa Timur nilai transaksi sudah sampai Rp2 triliun,” ujarnya seusai menghadiri kegiatan Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Bahalap Hotel, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Kamis (23/4/2026).
Fairid menambahkan, Kota Palangka Raya selama ini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Kota Blitar dan Kabupaten Madiun. “Kerja sama itu sebenarnya sudah berjalan di tingkat kabupaten dan kota, dan sekarang diperkuat di tingkat provinsi,” katanya.
Menurutnya, kebutuhan sejumlah komoditas di Palangka Raya, seperti unggas, masih banyak dipasok dari Jawa Timur, sehingga kolaborasi ini menjadi penting dalam menjaga rantai pasok. “Contohnya unggas, kebanyakan masih didatangkan dari Jawa Timur,” ujarnya.
Fairid juga menyoroti adanya transaksi dari sektor UMKM dalam kegiatan tersebut, di antaranya komoditas gaharu dan kratom yang mencatat nilai cukup besar. “Tadi dari UMKM juga ada transaksi, seperti gaharu dan kratom, nilainya cukup signifikan,” katanya.
Ia menilai langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang proaktif menjalin kerja sama menjadi contoh dalam mendorong penguatan ekonomi daerah. Kolaborasi antarprovinsi ini diharapkan mampu memperluas pasar, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan daya saing produk lokal Kalimantan Tengah di tingkat nasional. (Mit).