KALAMANTHANA, Sampit – Seorang bendahara desa di Kotawaringin Timur dikabarkan hilang. Bersamaan dengan itu, muncul isu lenyapnya dana Rp1,4 miliar milik koperasi.

AS, begitu inisial bendahara desa itu, bertugas di salah satu desa di Kecamataan Baamang, Kotawaringin Timur.

Ia dilaporkan tak diketahui keberadaannya sejak Rabu 22 April 2026 lalu, bersamaan dengan lenyapnya dana sebesar Rp1,4 miliar milik Koperasi Harapan Makmur.

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Baamang, Iptu Helmi Hamdani, membenarkan adanya laporan tersebut.

Ia menyebut pihaknya telah melakukan langkah awal penyelidikan, termasuk mendatangi lokasi penemuan kendaraan dan mengamankan sejumlah barang bukti.

“Benar, Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Helmi Hamdani, Sabtu 25 April 2026.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ini, di antaranya kendaraan milik AS, uang tunai, telepon genggam, dokumen perbankan, serta barang pribadi lainnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami keterangan para saksi dan mengkaji berbagai kemungkinan, termasuk dugaan tindak pidana seperti penggelapan maupun pencurian dengan pemberatan. (*)