Pulau Hanibung Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata Unggulan Baru Kotawraringin Timur

Penulis: Redaksi  •  Rabu, 15 April 2026 | 17:20:06 WIB

KALAMANTHANA, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mulai menaruh perhatian serius terhadap pengembangan Pulau Hanibung sebagai destinasi wisata unggulan baru.

Kawasan ini ditargetkan sudah bisa mulai dikunjungi wisatawan dalam dua tahun ke depan dan menjadi salah satu ikon pariwisata Kotawaringin Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotawaringin Timur, Ramadhanyah, menyampaikan bahwa pengembangan Pulau Hanibung merupakan bagian dari realisasi visi dan misi Bupati yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Pulau Hanibung ini sudah masuk dalam visi misi Bupati yang tertuang di RPJMD, sehingga menjadi prioritas pengembangan,” ujarnya di Sampit, Rabu 15 April 2026.

Sebagai tahap awal, Disbudpar saat ini tengah melakukan inventarisasi lahan di kawasan seluas sekitar 262 hektare. Meski berstatus Area Penggunaan Lain (APL), pemerintah tetap memperhatikan hak kelola masyarakat yang telah berlangsung secara turun-temurun.

“Sebenarnya tidak ada hak kepemilikan secara sah, tetapi ada hak kelola turun-temurun. Itu tetap kita perhatikan, tidak akan kita hilangkan,” jelasnya.

Dalam rencana pengembangannya, Pulau Hanibung tidak hanya difokuskan sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga diarahkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Salah satu potensi yang akan dikembangkan adalah budidaya lebah madu yang dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas kebun rotan warga.

“Yang punya kebun rotan tetap berkebun, tetapi kita tambahkan dengan ternak lebah agar menghasilkan madu,” katanya.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan, pemerintah daerah juga akan memperketat aturan perlindungan ekosistem. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penebangan, pembakaran hutan, maupun perburuan liar di kawasan tersebut.

“Kita imbau masyarakat tidak menebang pohon, tidak membakar, dan tidak berburu di Pulau Hanibung,” tegasnya.

Ramadhanyah menambahkan, pengembangan akan dimulai dari penataan kawasan dan penanaman pohon, seiring tren wisata yang kini mengarah pada ketenangan dan konsep healing.

“Wisatawan saat ini mencari tempat yang tenang untuk healing. Insya Allah dalam dua tahun ini sudah bisa dikunjungi,” tandasnya. (*)
 

Reporter: Redaksi
Back to top