KALAMANTHANA, Muara Teweh – Bagaimana kabar Nenek Wati (70) yang hidup sebatangkara dan terkulai sakit di emperan Pasar Barito Permai beberapa minggu lalu?

Nenek tunawisma itu saat ini dikabarkan menghilang dari Rumah Sakit Daerah Muara Teweh. Ke sini, RAPI 06 Barito Utara bersama Pemkab Barito Utara membawa nenek tersebut untuk menjalani perawatan, beberapa hari lalu.

Eva , warga Muara Teweh, menuturkan melihat Nenek Wati kabur dari RSUD  ke Pasar Bebas Banjir (PBB). “Dia makan segala bakso di muka warung saya,” katanya.

Pemilik warung yang berdekatan dengan RSUD ini menyebutkan Nenek Wati oleh beberapa orang warga hendak diantarkan pulang ke kampungnya di Desa Lahei. “Dia tidak  mau pulang ke Desa Lahei. Banyak yang  membujuknya, tapi Nenek Wati  bersikukuh tidak mau. Bahkan saat ini kami tidak tahu lagi bagaimana kabarnya,” terang Eva.

KALAMANTHANA mencoba mengkonfirmasi  perihal larinya  Nenek Wati dari RSUD kepada Rusmadianoor. Dia adalah anggota yang ikut mengantarkan sang nenek ke RSUD beberapa hari lalu.

“Benar Nenek Wati saat ini sudah tidak ada lagi di rumah sakit. Saya mendapat infomasi terbaru sekarang yang bersangkutan telah kembali ke habitatnya di Pasar Pendopo,” katanya.

Ditambahkannya, saat ini pemerintah daerah belum dapat mencari keberadaan pihak keluarga nenek tunawisma tersebut. “Langkah yang diambil pihak Pemda melalui  Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Sugiyanto Panala Putra  berupaya mencari keluarga Wati,” ujar Rusmadianoor yang baru saja menggikuti  Musda RAPI Daerah 20 Kalteng.

Rusmadianoor menambahkan yang bersangkutan  memang kurang normal. “Sebelumnya  ada rencana pihak Dinsos PMD untuk merehabilitasi Nenek Wati ke Rumah Sakit Jiwa di Palangka Raya,” pungkasnya. (atr)