KALAMANTHANA, Sampit - Wacana dibukanya lokasi wisata oleh pemerintah daerah Kotawaringin Timur saat lebaran dimasa Covid 19 termasuk munculnya varian baru B-1617 saat ini diharapkan harus benar-benar melalui tahapan kajian yang matang.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim H.Suprianto yang menilai pembukaan wisata lokal Kotim itu selain dapat mengurangi dampak larangan mudik bagi masyarakat, juga bisa dijadikan moment sosialisasi bahayanya Covid 19 termasuk varian baru yang sudah masuk di Kalimantan Tengah saat ini.

"Kami tentunya mendukung apabila proses pelaksanaannya dibarengi dengan kajian protokol kesehatan yang maksimal, disisi lain moment itu juga bisa dijadikan wadah mensosialisasikan bahayanya Covid 19 dan virus varian baru saat ini, yang terpenting rumusnya prokes harus di perhatikan," ungkapnya Selasa (11/5/2021).

Disisi lain Legislator PKS ini juga mengharapkan, warga masyarakat juga harus tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan selama berliburan di masa sulit seperti sekarang ini. Disamping berlibur dia juga menyampaikan kepada masyarakat agar moment itu juga dijadikan pelajaran untuk menjaga keluarga dan orang lain agar tidak menambah klaster baru.

"Wajib, karena virus ini mudah sekali menular, untuk itu perlu kerja keras semua pihak, bukan hanya pemerintah saja tetapi kesadaran masyarakat juga diperlukan, tanpa semua itu maka sulit untuk memerangi virus Corona dan varian baru itu nantinya," paparnya.

Diketahui belum lama ini jumlah kasus Covid 19 di Kalimantan Tengah Kembali meningkat, bahkan baru ini sudah ditemukan varian baru B-1617 yang juga merupakan virus mematikan. Dalam hal ini tugas pemerintah dan masyarakat semakin banyak sehingga perlu adanya sinergi antar semua pihak.

"Sinergitas semuanyalah yang nantinya akan mampu mengalahkan virus tersebut, baik itu dengan cara menerapkan prokes yang baik, dan juga mengurangi aktivitas diluar rumah bagi masyarakat yang tidak begitu mendesak keperluannya," tutupnya.

Protokol kesehatan/perubahan perilaku: cuci tangan dengan sabun, memakai masker dengan benar, menjaga jarak, menghindari kerumunan, berolahraga cukup, menjaga asupan vitamin dan gizi, memriksakan diri jika merasa ada gejala dan melaporkan diri (jujur) jika ada gejala. (drm)