KALAMANTHANA, Sampit - Warga masyarakat Kotawaringin Timur masih terus mengeluhkan jalanan dalam Kota Sampit yang kian mengalami kerusakan parah. Hal ini diduga akibat semakin banyaknya kendaraan berbobot melebihi kapasitas jalan yang melintas masuk di ruas jalan kota itu sendiri sejak beberapa tahun terakhir ini.

Disisi lain kendaraan bertonase berat tersebut terpaksa melintasi jalan dalam kota lantaran jalan Lingkar Selatan yang menjadi wewenang pihak pemerintah provinsi tidak kunjung diperbaiki.

Menanggapi hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terkhususnya Komisi IV yang membidangi hal itu bersama Ketua DPRD Kotim sempat melakukan koordinasi bersama pihak provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mencari solusi akan hal tersebut.

"Sebelumnya dari hasil koordinasi kami dengan pihak provinsi, jalan lingkar Selatan itu nantinya akan dikerjakan tahun ini, yakni sekitar bulan Maret 2021 dengan anggaran Rp 10 Miliar, namun hal ini juga akan kita dorong terus agar bisa dipercepat prosesnya," ungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Kotim, Ary Dewar, Rabu (20/01/2021).

Ketua DPC Partai Gerindra ini juga menambahkan, jalan lingkar selatan merupakan jalan alternatif yang harus segera difungsikan. Untuk itu dia berharap agar pihak provinsi Kalteng menggunakan anggaran provinsi sesuai kewenangnya bisa segera melaksanakan perbaikan mengingat kondisi jalan dalam kota saat ini terus mengalami peningkatan kerusakan.

"Memang sejak awalnya kami melakukan koordinasi ini untuk meminta izin memfungsionalkan jalan dilingkar selatan , hal itu sesuai hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kotim belum lama ini. Namun ternyata pihak provinsi sudah menganggarkan perbaikan jalan tersebut, dan akan mulai dilakukan perbaikan pada bulan Maret nanti," paparnya.

Disisi lain Legislator Dapil IV ini bahkan menjelaskan dalam teknisnya tentunya komisi IV dalam menjalankan fungsi pengawasan berharap agar pemerintah kabupaten (Pemkab) dapat terus memantau perkembangakan perbaikan jalan tersebut sampai bisa difungsikan.

"Harapan kami tentunya jalan itu bisa segera dilintasi oleh kendaraan anggkutan berat, agar jalan dalam kota kita ini tidak cepat rusak, sekaligus menghindari meningkatnya angka kecelakaan," tutupnya.(drm)