KALAMANTHANA, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten, Sanidin berharap pemerintah pusat melanjutkan pembangunan tanggul penahan gelombang untuk menyelamatkan Pantai Ujung Pandaran dari abrasi yang masih terjadi.

"Kalau memang benar tahun ini pemerintah pusat kembali mengucurkan anggaran untuk membuat tanggul di Pantai Ujung Pandaran, kami berharap itu benar-benar terwujud karena sangat dibutuhkan," Papar Ketua Komisi III H.Sanidin Rabu (03/02/2021).

Menurut legislator Partai Gerindra ini, terjadinya abarasi diduga akibat kuatnya gelombang dari Laut Jawa, terus menggerus Pantai Ujung Pandaran, khususnya di arah timur yang belum terlindungi tanggul penahan gelombang.

"Bahkan di sebelah timur pantai itu juga terdapat objek wisata religi yakni kubah atau makam seorang ulama bernama Syekh Abu Hamid bin Syekh Haji Muhammad As`ad Al Banjary, yang kondisinya sangat memprihatinkan," jelasnya.

Menurutnya Kubah itu menjadi objek wisata religi dan banyak didatangi peziarah dari luar daerah. Namun kini keberadaannya sangat terancam akibat abrasi yang terus menggerus pantai tersebut.

"Jalan menuju kubah sudah terputus oleh abrasi sehingga peziarah harus menggunakan perahu motor. Bahkan mushalla yang berjarak beberapa meter dari kubah tersebut, sebagian bangunannya sudah ambruk akibat pondasinya ambles digerus abrasi ini harus dicarikan solusi," tutupnya.

Sementara itu untuk diketahui, Pantai Ujung Pandaran terletak di Kecamatan Teluk Sampit merupakan salah satu objek wisata andalan Kotawaringin Timur. Tiap akhir pekan, terlebih saat libur panjang, pantai yang terletak sekitar 85 kilometer dari Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur itu selalu dipadati pengunjung.

Bahkan sejatinya Wisatawan yang berkunjung tidak hanya dari Kotawaringin Timur, tetapi juga dari daerah lain seperti Seruyan, Katingan, bahkan Palangka Raya. Sayangnya, sebagian titik di pantai itu kini rusak oleh abrasi.(drm)