KALAMANTHANA, Sampit - Perhatian perusahaan besar swasta (PBS) terhadap sejumlah desa di Kotawaringin Timur masih minim. Hal itu bisa dibuktikan sejumlah desa di Kotim masih ada yang tidak pernah merasakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan perkebunan di sekitarnya.

Hal itu diungkapkan, Sekretaris Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah, Rabu (03/02/2021). Dia menegaskan hingga saat ini masih ada desa-desa yang terletak di sekitar izin usaha perkebunan itu tidak pernah merasakan kontribusi perusahaan.

"Padahal masyarakat sekitar harus menjadi sasaran program itu jika mengacu kepada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tandasnya.

Bahkan dia juga mengatakan, masih minim nya informasi yang bisa didapat masyarakat terhadap program-program dari suatu perusahaan berkaitan dengan program CSR ini yang erat hubungannya dengan misi pemerintah terhadap pembangunan berkelanjutan.

"CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan, sehingga antara perusahaan dengan masyarakat bisa saling mendukung,"lanjutnya.

Juliansyah bahkan menyarankan di tengah arus konflik masyarakat dengan investasi belakangan ini, maka salah satu cara mengatasinya dengan program CSR. Masyarakat sekitar yang diberikan perhatian dari dunia usaha itu, maka diyakini akan membuat sebuah harmonisasi.

"Jika memang program itu serius dan memang menyentuh, kami rasa konflin antara masyarakat dengan pihak investor tidak akan mungkin terjadi, artinya konflik terjadi karena dinilai kehadiran investor tidak menguntung bagi masyarakat," tutupnya. (drm)