SuratPlus: Platform AI untuk Dokumen Administrasi Kerja
Startup SuratPlus turut berkontribusi dalam workshop ini dengan memperkenalkan platform digital yang membantu pencari kerja menyusun dokumen administrasi secara cerdas. CEO SuratPlus, Qurratu Aini, menjelaskan bahwa platform ini dirancang untuk membantu jobseeker menciptakan CV, portofolio, dan surat lamaran yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. "Platform kami menggunakan AI untuk menganalisis deskripsi pekerjaan (Job Description) dari perusahaan dan memberikan rekomendasi perbaikan pada CV pelamar. Misalnya, jika deskripsi pekerjaan membutuhkan kemampuan leadership, tetapi CV pelamar tidak menonjolkan pengalaman kepemimpinan, maka sistem akan memberikan saran konkret untuk mengisi celah tersebut," kata Qurratu. CMO SuratPlus, M. Rizki Riswandi, menambahkan bahwa kesalahan kecil sering kali menjadi faktor penentu dalam proses seleksi administrasi. "Kesalahan seperti typo, pemilihan foto yang tidak profesional, atau konten CV yang kurang relevan dapat membuat aplikasi lamaran ditolak HRD. Dengan SuratPlus, pelamar dapat memastikan dokumennya memenuhi standar industri," ungkapnya.Manfaat Nyata Bagi Siswa SMTI Aceh
Workshop ini memberikan manfaat langsung bagi para siswa SMTI Aceh. Selain mendapatkan wawasan tentang tren teknologi AI, siswa juga diajak untuk mempraktikkan penggunaan tools digital seperti SuratPlus. Para siswa belajar bagaimana menyusun CV yang kompetitif, menyesuaikan profil mereka dengan kebutuhan perusahaan, serta memahami pentingnya literasi digital dalam persiapan karier. Salah satu siswa peserta workshop, Muhammad Fadli, mengaku sangat terbantu. "Sebelumnya saya tidak tahu bagaimana cara membuat CV yang baik. Setelah mencoba platform SuratPlus, saya jadi lebih paham apa saja yang harus disertakan agar CV saya lebih menarik bagi HRD," katanya. Senior Manager Indigo, Patricia Eugene Gaspersz, menyampaikan apresiasi atas antusiasme siswa SMTI Aceh dalam mengikuti workshop ini. "Kami bangga bisa berkolaborasi dengan SuratPlus untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya teknologi AI dalam dunia kerja. Program ini sejalan dengan visi Indigo untuk mendukung pengembangan ekosistem digital di Indonesia," ujarnya. Patricia menambahkan, "Melalui workshop ini, kami ingin memastikan bahwa generasi muda Aceh tidak hanya siap menghadapi revolusi industri 4.0, tetapi juga mampu menjadi pelopor inovasi di masa depan." Indigo berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan, industri, dan teknologi. Sebagai tindak lanjut, Indigo akan menjadi mitra strategis SMTI Aceh dalam mengadakan pelatihan bagi guru tentang pemanfaatan AI dalam pembelajaran. "Kami percaya bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang siap bersaing di era digital. Ke depannya, kami berencana memperluas program ini ke sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia," tutup Patricia.Tentang Indigo
Indigo adalah program inkubasi dan akselerasi startup digital milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia. Melalui berbagai program pendukung, Indigo membantu startup digital mencapai potensi maksimalnya dan memperkuat daya saing mereka di pasar global.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES