KALAMANTHANA, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) menggelar Rapat Koordinasi Pengadaan Barang/Jasa se-Kalimantan Tengah Tahun 2025 di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (2/9/2025).

Acara dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, yang dalam arahannya menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam pengelolaan pengadaan barang/jasa pemerintah.

“Hari ini kita berkumpul untuk menyatukan pola pikir sekaligus meningkatkan kualitas kerja dalam penyelenggaraan pengadaan barang/jasa yang semakin kompleks serta berbasis digital. Katalog kini bukan semata-mata daftar barang, melainkan instrumen strategi efisiensi dan transparansi,” ujarnya.

Leonard juga menyoroti tantangan fiskal daerah, termasuk penurunan dana transfer, yang menuntut inovasi dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran.

“Kita tidak dapat lagi berada pada zona nyaman. ASN harus berani berpikir out of the box untuk merumuskan strategi peningkatan pendapatan asli daerah tanpa membebani masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya integritas dan independensi pejabat pengadaan, serta mendorong kolaborasi lintas OPD dan pemanfaatan teknologi mutakhir.

“Kita harus siap melaksanakan pengadaan berbasis Artificial Intelligence. Jika tidak beradaptasi, kita akan tertinggal,” imbuhnya.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Biro PBJ Setda Provinsi Kalteng, Suharno, melaporkan bahwa Rakor tahun ini mengusung tema “Peningkatan Kompetensi SDM dan Kematangan UKPBJ untuk Mendorong Sinergi Pembangunan Bersama Dunia Usaha.”

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi, mengevaluasi program kerja, serta meningkatkan kapasitas UKPBJ dalam mewujudkan transformasi digital pengadaan yang bersih dan akuntabel,” jelasnya.

Rakor menghadirkan narasumber dari LKPP pusat dan perwakilan daerah, dengan materi mencakup strategi pengadaan melalui skema KPBU, pengangkatan jabatan fungsional PBJ, serta pengenalan Sistem Informasi Pengadaan Barang/Jasa berbasis jejaring. Kegiatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan pengadaan modern dan memperkuat sinergi pembangunan di Kalimantan Tengah. (Sly).