KALAMANTHANA, Palangka Raya - Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, H. Pajarudinnoor, menemui langsung massa aksi dari Garda MBG (Gerakan Pemuda Menggugat Prabowo–Gibran) yang menggelar demonstrasi di halaman Gedung DPRD Kalteng, Kamis (30/10/2025). Aksi berlangsung tertib dan aman dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan setempat.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diikuti oleh sejumlah pemuda yang menyampaikan tujuh tuntutan utama mereka. Tuntutan tersebut mencakup reformasi institusi Polri hingga pencopotan sejumlah menteri dalam Kabinet Prabowo–Gibran. Mereka menuntut agar pemerintah melakukan perubahan signifikan demi keadilan dan transparansi pemerintahan.

H. Pajarudinnoor menjelaskan bahwa pimpinan DPRD tidak dapat hadir langsung karena sedang mengikuti rapat internal di kantor. “Ya, ini terjadi demo, sebenarnya kapasitas pimpinan. Tapi tadi posisi pimpinan masih rapat, jadi kami yang menemui,” ujarnya saat ditemui di lokasi aksi.

Meski demikian, ia menyatakan bahwa interaksi antara aparat, sekretariat DPRD, dan perwakilan massa berlangsung kondusif. “Hal-hal yang kurang menyenangkan sempat terjadi, tapi setelah itu kelihatannya kooperatif saja. Dengan catatan, tidak anarkis dan kata-kata juga harus santun, karena bagaimanapun DPRD ini adalah representasi masyarakat yang juga perlu dihormati,” tegasnya.

Pajarudinnoor menambahkan bahwa sebagian besar substansi tuntutan Garda MBG berkaitan dengan isu nasional yang berada di luar kewenangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Ia menegaskan, “Yang disampaikan itu tadi kan ranahnya pusat — masalah Prabowo dan Gibran, itu bukan kewenangan DPRD di sini. Jadi kami hanya menerima dan meneruskan.”

Selanjutnya, surat tuntutan dari massa aksi akan disusun secara resmi dan diserahkan kepada pimpinan DPRD untuk kemudian direkomendasikan serta diteruskan ke lembaga berwenang di tingkat pusat. “Nanti surat itu akan dikirimkan kepada pimpinan DPRD, lalu direkomendasikan dan diantar ke sekretariat untuk diteruskan ke pusat. Posisi kami hanya menerima dan menyampaikan aspirasi,” tambahnya.

Aksi Garda MBG tersebut berlangsung lancar dan tertib hingga akhirnya massa membubarkan diri secara damai di bawah pengawasan ketat aparat keamanan setempat. (*/jnp)