KALAMANTHANA, Sampit- Wacana pembentukan Provinsi Kotawaringin Raya kembali mengemuka, dan Kota Sampit kini menjadi wilayah yang paling disorot sebagai calon kuat ibu kota provinsi baru tersebut.

Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menyebut Sampit memiliki kesiapan infrastruktur dan posisi strategis yang membuatnya unggul dibandingkan daerah lain.

Menurut Halikinnor, usulan pemekaran Kotawaringin Raya sudah lama menjadi aspirasi masyarakat di wilayah barat dan selatan Kalimantan Tengah. Hingga kini, Kotawaringin Raya dinilai sebagai kandidat yang paling memenuhi syarat teknis dan administrasi.

“Lima kabupaten di wilayah Kotawaringin sudah lengkap. Secara kesiapan, usulan Kotawaringin Raya jauh lebih kuat dibanding pemekaran lain,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Ia juga menegaskan bahwa usulan pemekaran Barito Raya masih terhambat karena kekurangan satu kabupaten pendukung, sementara kondisi geografis Barito Kuala lebih mengarah ke Kalimantan Selatan.

Di sisi lain, Halikinnor menilai bahwa kebutuhan pemekaran provinsi semakin mendesak mengingat luasnya wilayah Kalimantan Tengah. Menurutnya, pemekaran akan mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan publik.

“Kalau moratorium dicabut, Kotawaringin Raya sangat siap berdiri. Kita ini provinsi terluas setelah Papua, sehingga pemekaran relevan untuk mendorong pembangunan yang lebih cepat,” tegasnya.

Terkait peluang Sampit menjadi ibu kota, ia menyebut sejumlah indikator penting seperti keberadaan pembangunan Korem 102/Panju Panjung dan batalyon di wilayah tersebut yang mengisyaratkan posisi strategis Sampit secara keamanan dan pusat pemerintahan.

“Pembangunan Korem dan batalyon menjadi isyarat kuat. Itu biasanya menjadi penentu lokasi ibu kota,” katanya.

Dengan kesiapan infrastruktur, letak geografis yang strategis, dan dukungan penuh pemerintah daerah, Halikinnor optimistis Sampit dapat menjadi pusat pemerintahan Provinsi Kotawaringin Raya jika pemekaran disetujui pemerintah pusat. (su)