KALAMANTHANA, Muara Teweh – Selama tujuh tahun terakhir, kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah masih berada di posisi terbawah dalam penilaian indeks pencegahan korupsi daerah. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam perbaikan indeks pencegahan korupsi serta pencapaian penghargaan Adipura. “Kondisi ini menjadi penilaian yang kurang baik bagi kita. Maka dari itu, mari kita bersemangat bekerja, identifikasi indikator yang masih lemah, lalu kita perkuat bersama,” ujarnya.

Ia menargetkan pada akhir tahun ini posisi daerah di Kalimantan Tengah dapat meningkat setidaknya masuk lima besar, bahkan optimistis bisa menembus tiga besar. Selain itu, Bupati juga menyoroti capaian di bidang lingkungan yang selama ini belum pernah meraih penghargaan Adipura. “Kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Harus ada prestasi. Minimal kita bisa masuk sepuluh besar secara nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Shalahuddin menekankan tiga hal utama yang harus dimiliki seluruh ASN, yakni disiplin, kerja keras, dan semangat yang terus menggelora. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah hanya dapat dicapai jika seluruh jajaran memiliki komitmen dan kualitas kerja yang tinggi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menyukseskan program prioritas baik dari tingkat provinsi maupun nasional, seperti Kartu Rumah Betang, pasar murah dan pasar penyeimbang, serta program nasional makan bergizi gratis, koperasi Merah Putih, ketahanan pangan, dan penanganan stunting.

Menurut data statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara saat ini berada di peringkat kelima sebagai daerah termaju di provinsi tersebut. Bupati menargetkan peningkatan peringkat menjadi tiga besar bahkan dua besar dalam beberapa tahun ke depan. “Dengan kerja keras dan kebersamaan, saya yakin kita bisa menjadikan Barito Utara sebagai salah satu kabupaten terbaik di Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (Sly).