KALAMANTHANA, Sampit – Penemuan buaya berukuran besar di Samuda, Kotawaringin Timur, menyisakan cerita. Sebelumnya, warga menduga itu hanya kayu hanyut.

Warga semula tak mengira atas kemunculan buaya berukuran besar itu. Beberapa di antaranya mengira yang terlihat hanyalah kayu hanyut yang terbawa arus Sungai Samuda.

Praduga warga itu memiliki dasar yang cukup kuat. Hujan deras yang mendera wilayah setempat membuat debit Sungai Samuda mengalir lebih deras, bisa menghanyutkan kayu dalam ukuran besar,.

Namun, gerakan perlahan dan bentuk tubuhnya, kemudian memastikan bahwa itu adalah seekor predator. Beberapa warga pun langsung terperangah.

“Benar, itu di Samuda Kota, perbatasan,” ujar warga setempat, Jos, membenarkan lokasi kemunculan buaya tersebut.

Peristiwa itu terekam dalam video amatir yang beredar di masyarakat. Dalam rekaman tersebut, seekor buaya tampak muncul ke permukaan dan melintas perlahan di bawah jembatan, dengan sebagian tubuhnya terlihat di air yang keruh.

Seorang warga yang berada di atas jembatan terlihat merekam kejadian sambil berteduh menggunakan payung.

“Ih, buaya ganal banar,” kata pengambil gambar rekaman video amatir tersebut.

Dari sudut pengambilan gambar, buaya sempat bergerak mendekati tepian sungai yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas.

Wilayah selatan, khususnya kawasan Samuda, memang dikenal sebagai daerah yang cukup sering dilaporkan menjadi lokasi kemunculan buaya.

Kondisi geografis yang didominasi aliran sungai dan kawasan perairan alami menjadikan wilayah ini sebagai habitat yang ideal bagi predator tersebut.

Kemunculan buaya pun kerap terjadi saat debit air meningkat, sehingga meningkatkan potensi interaksi dengan aktivitas warga. (*)