KALAMANTHANA, Muara Teweh – Musibah beruntun banjir di wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, membuat petugas teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kewalahan, karena dana operasional semakin menipis.

Kepala BPBD Kabupaten Barut Gazali Montallatua mengatakan, saat ini anggaran operasional BPBD sudah menipis. “Dalam sebulan ini banjir sudah tiga kali. Dana operasional yang menipis membuat  petugas yang turun ke lapangan juga menunggak alias terutang,” katanya, Rabu (23/8/2017).

Menurut Gazali, guna menyiasati minimnya dana operasional  BPBD, pihaknya harus mengajukan dana pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2017.  Hanya saja yang menjadi kekhawatiran apabila terjadi musibah banjir berulang-ulang atau terjadi  bencana lain, bisa menyulitkan petugas saat turun ke lapangan.

Begitu pula, lanjutnya, peralatan transportasi yang dimiliki BPBD Barut sangat terbatas. Terdiri dari dua unit sepeda motor dan satu unit mobil operasional. Sedangkan kendaraan lain merupakan aset pemadam kebakaran, sehingga saat terjadi perubahan struktur yang baru, BPBD tercatat hanya memiliki tiga unit kendaraan operasional.

Dua sepeda motor trail selalu siap siaga di BPBD. Sebab, bila terjadi musibah atau bencana secara tiba-tiba, petugas bisa cepat turun ke lapangan. Sedangkan satu unit mobil operasional keadaannya kurang baik Semua kendaraan operasional  merupakan bantuan dari pemerintah pusat. (mki)