KALAMANTHANA, Penajam – Mewakili Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud, Sekretaris DaerahTohar menghadiri peresmian jaringan gas (jargas) kota sebanyak 4.260 Sambungan Rumah (SR) oleh Anggota Komite BPH Migas Jugi Prajogio didampingi Anggota DPR-RI Komisi XII Ihwan Datu Adam di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Rabu (27/3/2019).

Jargas di Kabupaten PPU tersebar di Kelurahan Nenang, Penajam, Nipah-Nipah, Gunung Seteleng dan Sungai Paret dan merupakan pertama kali dibangun oleh Dirjen Migas, Kementerian ESDM dengan APBN 2018.
Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan perencanaan penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jargas berdasarkan pada volume kebutuhan penyaluran gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil, ketersediaan sumber gas bumi dan ketersediaan infrastruktur penunjang dan Kabupaten PPU telah memenuhi kriteria tersebut.
“BPH Migas memiliki fungsi dalam penetapan harga jual gas bumi untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil, khususnya di PPU ini kami telah tetapkan harga Rp. 4.250/M3, dan itu lebih ekonomis dibandingkan dengan elpiji 3 kg,” kata Jugi.

Selain itu ia mengharapkan agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari jargas dengan jauh lebih mudah dan murah. Program jargas merupakan program pemerintah melalui Kementerian ESDM guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses energi gas yang murah, mudah dan aman. 
“Sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total SR Jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini mencapai 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Pada tahun 2019 rencananya akan dibangun sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi,” lanjutnya.
Dikatakan Jogi, total jargas yang dibangun di Provinsi Kalimantan Timur sendiri mencapai 34.574 SR yang tersebar di Kota Balikpapan sebanyak 8.849 SR, Kota Bontang 16.965 SR, Kabupaten PPU  4.260 SR dan Kota Samarinda sebanyak 4.500 SR.
Sementara itu Sekda Tohar menyampaikan Pemkab PPU sebagai salah satu anggota Asosiasi Daerah Penghasil Migas (APDM), pada tahun 2017 lalu telah mengajukan beberapa usulan kepada Menteri ESDM. Salah satunya usulan pemasangan Jaringan Gas beserta infrastruktur pendukungnya sebesar 46.186 SR di 4 Kecamatan yang ada di PPU.
“Atas usulan tersebut, PPU mendapatkan alokasi untuk pembangunan jaringan gas skala rumah tangga sebanyak 4.002 SR yang tersebar pada lima kelurahan di kecamatan Penajam,” kata Tohar.

Tohar menambahkan berdasarkan rapat evaluasi dengan pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Timur, pembangunan Jargas di PPU berjalan lebih cepat dari target kerja yang telah ditentukan dan semakin diminati oleh masyarakat di 5 kelurahan tersebut sehingga pada  2018 Pemerintah daerah mengajukan kembali permohonan tambahan pembangunan jaringan gas tahun 2018 sebanyak 500 SR.
“Namun dari usulan tersebut, PPU hanya mendapatkan tambahan pembangunan jaringan sebanyak 258 SR, dan secara keseluruhan Realisasi jaringan gas di PPU menjadi 4.260 SR,” ucapnya.
Oleh karena masih banyaknya permintaan masyarakat akan pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga, untuk ia berharap kepada Kementerian ESDM untuk menambah kembali pembangunan Jarga di seluruh wilayah Kabupaten PPU di tahun ini maupun tahun-tahun mendatang. 
“Apabila, seluruh warga PPU telah menggunakan Jargas untuk rumah tangga secara maksimal, maka apa yang menjadi tujuan pemerintah untuk diversifikasi energi, pengurangan subsidi serta penyediaan energi bersih, aman dan murah untuk masyarakat sebagai bentuk percepatan pengurangan penggunaan minyak bumi, dapat segera terwujud,” pungkasnya. (hr)