KALAMANTHANA, Penajam – Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Masud menilai siapapun yang menolak pembangunan Jembatan Pulau Balang adalah orang yang katrok.

AGM memaparkan hingga 2 September tahun lalu, progres pembangunan jembatan yang menghubungkan Penajam dan Balikpapan itu sudah mencapai 58,23 persen. Serapan dananya pun sudah mencapai 60,48 persen dari total nilai kontrak Rp1,33 triliun. Pembangunan fisik jembatan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Karena masyarakat Penajam dan Balikpapan mendapatkan bantuan pemerintah pusat membangun jembatan tersebut untuk kemajuan, dia menilai tak patut jika pembangunan itu mendapat penolakan. Dia menyebut siapa yang menolak pembangunan jembatan penghubung dua kota di Kalimantan Timur itu sebagai katrok.

“Siapa yang menolak pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Penajam dan Balikpapan itu orang katrok dan tidak mau melihat Kaltim ini semakin maju, khususnya Penajam dan Balikpapan,” tandas AGM.

AGM pada Musrenbang Kaltim yang dihadiri langsung Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh serta seluruh Forkopimda se-Kaltim, membeberkan dalam musrenbang tersebut, dirinya bahkan memakai uang pribadi menyewa helikopter untuk memantau pembangunan jembatan yang memiliki panjang 1.750 meter.
“Jembatan Pulau Balang sudah mulai menyambung dari PPU. Tetapi, tidak ada kegiatan sama sekali di Balikpapan. Saya sesekali menyewa helikopter melihat sendiri,” ungkapnya.

AGM mengatakan pihaknya menginginkan jembatan Pulau Balang lekas berfungsi. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian daerah dan membantu arus barang seperti hasil pertanian dan perkebunan bisa dipasarkan.
“Suatu perekonomian bisa meningkat itu bukan karena program-program semata. Tapi, bagaimana infrastruktur yang baik terkoneksi antara suatu kabupaten/kota dengan yang lainnya,” terang AGM. (hr)