KALAMANTHANA, Palangka Raya — Bupati Katingan, Saiful, menegaskan kesiapan daerahnya dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah 2025 yang dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng. “Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, TNI, Polri, serta masyarakat untuk mencegah dan menangani Karhutla secara cepat dan tepat,” tegas Saiful beberapa waktu lalu. Pemerintah Kabupaten Katingan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:
  • Patroli terpadu di wilayah rawan
  • Sosialisasi kepada masyarakat
  • Penguatan kapasitas desa-desa rentan Karhutla
  • Koordinasi lintas sektor untuk respons cepat
Rakor tersebut dihadiri pejabat tinggi dari pusat dan daerah, menjadi forum penting untuk memperkuat strategi menghadapi musim kemarau yang berisiko tinggi, terutama di wilayah gambut. Menteri LHK Hanif Faisol menekankan pentingnya kebijakan berbasis data, penegakan hukum, dan komunikasi publik yang efektif dalam pengendalian Karhutla. Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengingatkan bahwa provinsi ini telah berada dalam status siaga tinggi. “Deteksi dini, sinergi lintas sektor, dan pemberdayaan masyarakat adalah kunci mencegah bencana besar seperti tahun 2015 dan 2019. Ini alarm bagi kita semua,” ujar Gubernur. Rapat ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama penanggulangan Karhutla 2025 oleh seluruh unsur Forkopimda, bupati/wali kota, dan instansi teknis terkait. (Mit).