KALAMANTHANA, Katingan — Pemerintah Kabupaten Katingan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat. Langkah konkret itu terlihat saat Penjabat Sekretaris Daerah, Christian Rain, memimpin rapat persiapan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak se-Indonesia bersama Bulog Provinsi Kalimantan Tengah.
Rapat yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dari Media Center Diskominfostandi Katingan Kamis, (28/8/2025), dihadiri jajaran perangkat daerah dan perwakilan Bulog. Diskusi berlangsung aktif, dengan fokus utama memastikan ketersediaan bahan pangan dan titik pelaksanaan GPM yang tepat sasaran.
Kecamatan Katingan Hilir ditetapkan sebagai lokasi utama pelaksanaan GPM. Wilayah ini dinilai strategis dan mampu menjangkau masyarakat secara luas. Pemerintah juga menekankan pentingnya memilih komoditas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
Untuk tahap awal, sebanyak 8 ton beras disiapkan dengan harga terjangkau. Selain itu, minyak goreng dan gula pasir juga akan tersedia dalam jumlah cukup. “Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan. Siapa saja bisa membeli, dengan harga yang tentu lebih murah dibanding harga pasar,” ujar Christian Rain.
Ia menambahkan, GPM bukan sekadar solusi jangka pendek, tetapi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan. “Dengan adanya GPM, diharapkan inflasi bisa terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Sebagai bagian dari agenda nasional, GPM digelar serentak di seluruh Indonesia. Kabupaten Katingan, melalui koordinasi intensif dengan Bulog Kalteng, menjadi salah satu daerah yang berpartisipasi aktif.
Antusiasme masyarakat diprediksi tinggi, mengingat fluktuasi harga kebutuhan pokok belakangan ini. Pemerintah daerah pun menaruh perhatian khusus agar pelaksanaan berjalan tertib, lancar, dan memberi manfaat nyata.
Lebih dari sekadar pasar murah, GPM diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog dalam menjaga ketahanan pangan. Dengan harga yang bersahabat, masyarakat bisa tersenyum lega menghadapi dinamika pasar yang tak menentu. (Mit).