KALAMANTHANA, Katingan – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Katingan tengah menyoroti persoalan anak tidak sekolah di wilayahnya. Masalah utama bukan terletak pada angka putus sekolah, melainkan pada anak yang sudah lulus dari satu jenjang pendidikan tetapi tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Plt Kepala Disdik Katingan, Arianson, menjelaskan bahwa data tingginya anak tidak sekolah sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa kasus. Sebagian besar bukan putus sekolah murni, melainkan akibat tidak melanjutkan pendidikan setelah lulus atau karena kepindahan domisili yang tidak dilaporkan.

“Yang banyak itu anak lulus TK/PAUD tidak melanjutkan ke SD, atau lulus SD tidak lanjut ke SMP. Ada juga anak yang pindah ke kota lain seperti Sampit atau Banjarmasin, tapi orang tuanya tidak mencabut berkas dari sekolah asal, sehingga tetap tercatat,” terang Arianson, Rabu (24/9/2025).

Menurutnya, kondisi ini membuat data dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) kerap tidak akurat. Anak yang sudah pindah sekolah tercatat seolah-olah tidak melanjutkan pendidikan.

Arianson menegaskan, meski memang ada kasus anak benar-benar tidak melanjutkan sekolah, jumlahnya tidak sebesar yang tergambar dalam data gabungan. Ia juga menyebut faktor geografis menjadi salah satu penyebab, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil. (Mit).