KALAMANTHANA, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Diskominfosantik menargetkan penyediaan sarana internet di 376 desa dan kelurahan yang masih masuk kategori blankspot. Program ini menjadi bagian dari prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng dalam program HUMA BETANG, khususnya peningkatan akses sinyal dan internet di wilayah pedalaman.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Diskominfosantik Prov. Kalteng, Rangga Lesmana, saat memimpin rapat bersama Diskominfo kabupaten/kota se-Kalteng di Aula Kanderang Tingang, Selasa (1/7/2025).

“Bantuan perangkat sarana internet akan diproses melalui mekanisme hibah barang kepada Dinas Kominfo kabupaten/kota penerima. Harapannya, seluruh masyarakat Kalteng, termasuk di daerah pedalaman, dapat menikmati jaringan internet,” jelas Rangga.

Berdasarkan data validasi per 16 Mei 2025, sebanyak 376 desa/kelurahan di 11 kabupaten dan 1 kota masih mengalami kesulitan jaringan. Rinciannya meliputi Barito Selatan (27 desa), Barito Timur (39), Gunung Mas (50), Kapuas (35), Katingan (34), Palangka Raya (11 kelurahan), Kotawaringin Barat (16), Kotawaringin Timur (14), Lamandau (45), Murung Raya (44), Pulang Pisau (6), dan Seruyan (55).

Hingga 30 Juni 2025, sebanyak 202 perangkat internet Starlink telah aktif di desa/kelurahan sasaran. Sementara 18 perangkat belum aktif dan 149 lainnya masih dalam proses distribusi. Pemerintah menargetkan seluruh perangkat dapat beroperasi penuh pada minggu pertama Agustus 2025.

Rangga juga menyebutkan sejumlah kendala dalam distribusi, seperti akses jalan yang sulit, keterbatasan kendaraan, ketidakhadiran perangkat desa, penolakan bantuan, serta minimnya SDM yang dapat dilatih untuk mengoperasikan perangkat.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kalteng untuk memperluas layanan digital dan mendukung pemerataan akses informasi di seluruh wilayah, termasuk fasilitas publik seperti Posyandu, Posbindu, sekolah dasar, dan kantor desa.(Sly).