KALAMANTHANA, Tamiang Layang – Dua unit rumah warga di RT 02 Desa Bagok, Kabupaten Barito Timur, ludes dilalap api pada Jumat (3/10/2025) sore sekitar pukul 16.15 WIB.

Kapolsek Benua Lima, Iptu Rabin Agusta, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kebakaran bermula dari rumah milik Sutasno yang ditempati oleh adiknya, Rino. Api diduga berasal dari tungku dapur.

“Saksi melihat api pertama kali muncul dari bagian dapur rumah yang ditempati saudara Rino. Saat berusaha menyelamatkan barang-barang, korban justru terjebak dan mengalami luka bakar cukup serius,” ungkap Iptu Rabin.

Rino, yang merupakan penyandang disabilitas, menderita luka bakar sekitar 50 persen di bagian tubuhnya, meliputi punggung, dada, tangan, dan betis. Ia sempat mendapat pertolongan di Puskesmas Kelua sebelum dirujuk ke RS Tanjung, Kalimantan Selatan, menggunakan mobil desa.

“Kondisi korban cukup memprihatinkan dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif,” tambah Kapolsek.

Api yang cepat membesar menghanguskan rumah Rino berukuran 7×12 meter berbahan kayu beratap sirap, dan menjalar ke rumah milik Pelda di sebelahnya yang berukuran 4×8 meter berbahan kayu beratap seng.

Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp225 juta, dengan rincian Rp150 juta untuk rumah Rino dan Rp75 juta untuk rumah Pelda.

Warga sekitar bersama saksi mata berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api terlalu besar. Beberapa unit relawan pemadam kebakaran dari wilayah Kelua, Kalimantan Selatan, akhirnya turun tangan membantu hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB.

Personel Polsek Benua Lima juga terjun langsung ke lokasi untuk membantu pemadaman serta mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami bersama warga dan relawan damkar bahu-membahu agar api tidak menjalar ke rumah lainnya. Puji syukur, kobaran akhirnya dapat dipadamkan meski dua rumah sudah tidak bisa diselamatkan,” tutur Kapolsek.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi warga Desa Bagok. Selain menimbulkan kerugian materi yang besar, satu korban kini masih berjuang menyembuhkan luka bakarnya. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan dan bantuan bagi korban terdampak.(Anigoru).