KALAMANTHANA, Sampit – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, memberikan tanggapan terkait penghentian sementara Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah setempat. Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar program pemerintah pusat tersebut dapat berjalan lebih baik ke depannya.

“Terkait penghentian sementara MBG di Kotawaringin Timur seperti yang sudah pernah disampaikan pak bupati, hal ini dikarenakan adanya kendala teknis berkenaan dengan penyediaan bahan baku. Untuk itu kami dari Komisi III berharap agar ke depan program MBG semakin lebih baik dan tetap dilanjutkan,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Legislator Dapil I dari Partai Golkar ini menambahkan, pihaknya bersama jajaran eksekutif juga tengah menunggu langkah pemerintah pusat terkait evaluasi, termasuk arahan teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Kita juga sedang menunggu petunjuk dari BGN berkaitan dengan kelanjutan program MBG. Penghentian sementara ini bisa menjadi momentum untuk melakukan evaluasi teknis pelaksanaan MBG,” tandasnya.

Komisi III DPRD Kotim turut menaruh perhatian khusus terhadap kasus keracunan massal yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Evaluasi yang dilakukan diharapkan benar-benar menjadi dasar konkret penerapan MBG di lapangan agar lebih aman dan tepat sasaran.

“Kita percaya bahwa langkah penghentian sementara ini dalam rangka mematangkan persiapan, baik dari segi penyediaan bahan baku maupun ketepatan penyaluran di lapangan,” tutup Riskon.

Dengan pengawasan ketat dan evaluasi menyeluruh, DPRD Kotim berharap program MBG dapat kembali berjalan optimal demi mendukung kesehatan generasi muda di daerah. (Darmo).