KALAMANTHANA, Tamiang Layang – Seorang pria lanjut usia bernama H Hamsi bin Anur (81), warga RT 05 Desa Tuyau, Kecamatan Pematang Karau, dilaporkan hilang setelah diduga hanyut di Sungai Karau pada Selasa sore, 21 Oktober 2025.

Camat Pematang Karau, Setia Murni, menyampaikan korban terakhir terlihat sekitar pukul 14.30 WIB saat menuju sungai di depan rumahnya. Saat itu, korban meminjam jukung milik warga bernama Upi karena perahunya bocor. Hingga malam tiba, korban tak kunjung kembali ke rumah.

“Ketika hari mulai gelap dan korban belum juga pulang, pihak keluarga langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Karau. Mereka juga menanyakan kepada warga sekitar yang tinggal di tepian sungai,” ujar Setia Murni, Rabu, (22/10/2025).

Petunjuk awal pencarian diperoleh dari dua warga, Muhammad Sabirin dan Iswan, yang melihat ujung jukung tampak timbul tenggelam terbawa arus sekitar pukul 16.00 WIB. Informasi tersebut memicu pencarian intensif yang melibatkan Relawan Masjid Darul Wustha Desa Tuyau dan masyarakat setempat.

“Mengetahui kejadian ini, kami langsung berkoordinasi dengan BPBD Damkar Barito Timur, Polsek Pematang Karau, Basarnas, TNI, Polri, Tagana dan sejumlah relawan. Kami juga telah mendirikan posko gabungan dan dapur umum di lokasi terdekat dari titik dugaan korban hilang,” jelas Setia.

Hingga Rabu siang pukul 14.47 WIB, pencarian masih berlangsung di sepanjang aliran Sungai Karau hingga Sungai Gahus, dengan radius dua kilometer dari titik awal dugaan korban tenggelam.

“Pencarian dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan sampai saat ini korban belum ditemukan. Tim gabungan terus berupaya maksimal, termasuk dengan metode penyelaman di beberapa titik yang dianggap rawan,” tambahnya.

Setia memastikan korban tidak memiliki riwayat penyakit yang dapat memperburuk kondisi sebelum kejadian. Ia juga menyebut unsur BPBD Damkar, Basarnas Provinsi Kalimantan Tengah, relawan gabungan, tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan masyarakat Desa Tuyau turut terlibat dalam operasi pencarian.

“Pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan semua pihak. Kami berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkasnya. (Anigoru).