KALAMANTHANA, Palangka Raya – Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, menyoroti penanggulangan stunting yang dinilainya memerlukan perhatian serius dan kolaborasi menyeluruh. Ia mendorong agar kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilibatkan langsung sebagai pendamping anak-anak yang mengalami atau berisiko mengalami stunting.

“Kami ingin para kepala OPD tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga turun langsung ke lapangan mendampingi anak-anak penderita stunting. Dengan begitu, mereka bisa memahami persoalan secara konkret dan memberikan solusi yang tepat sasaran,” ujar Sigit, Minggu, (26/10/2025).

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menilai, pendekatan personal akan memperkuat koordinasi lintas sektor dan membangun kepedulian kolektif dalam menyelesaikan persoalan gizi kronis yang masih terjadi di berbagai wilayah.

Selain pemerintah, Sigit mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan dan sosial, untuk mengambil peran aktif. “Penanggulangan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tugas moral kita semua. Dunia usaha bisa terlibat lewat program CSR, dan ormas atau perguruan tinggi bisa memberikan edukasi serta penyuluhan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, stunting merupakan ancaman jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap urgensi pencegahan stunting sejak dini menjadi hal yang sangat penting. (Mit).