KALAMANTHANA, Sampit — Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong peran aktif generasi muda untuk menghidupkan kembali sejumlah aset daerah yang mangkrak agar bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. Salah satunya adalah bangunan di kawasan Pantai Ujung Pandaran yang dinilai memiliki potensi besar jika dikelola melalui kegiatan kreatif maupun event tahunan.
Anggota Komisi III DPRD Kotim, SP Lumban Gaol, menilai peluang pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kotim masih sangat terbuka lebar. Ia mengajak komunitas pemuda, seperti Komunitas Pemuda Pemudi Masyarakat (KPPM) dan Kotim Creative Network (KCN), untuk lebih berperan langsung dalam pengembangan tersebut.
“Di Kotim ini masih banyak potensi yang bisa digali. Komisi III siap mendorong dan mendukung, tetapi pelaksanaannya harus banyak berkomunikasi dengan OPD terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Pemuda dan Olahraga, karena mereka yang mengeksekusi program secara teknis,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat bersama KPPM dan KCN, Selasa (7/10/2025).
Gaol menyebut komunitas pemuda yang bergerak di sektor ekonomi kreatif memiliki kontribusi besar dalam mengembangkan pariwisata. Ia menilai Kotim membutuhkan ide segar dari generasi muda yang kritis dan inovatif. “Kami rindu pemuda yang kritis. Komunitas seperti ini sangat bagus dan harus didorong agar bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.
Ia menyoroti bangunan mangkrak di kawasan Ujung Pandaran yang menelan anggaran sekitar Rp30 miliar. Menurutnya, lokasi itu dapat dihidupkan kembali sebagai pusat kegiatan kreatif, ruang event, atau festival wisata yang digagas oleh komunitas pemuda. “Bangunan itu sayang kalau dibiarkan rusak. Jika ada komunitas pemuda yang siap mengelola, kami di DPRD pasti mendorong melalui dukungan anggaran di OPD terkait. Ajukan proposal dan presentasikan ke Dinas Pariwisata, itu sangat bagus,” tegasnya.
Gaol juga mencontohkan daerah lain seperti Sukamara yang mampu menghidupkan sektor wisata meski dengan potensi terbatas, berkat kreativitas masyarakat setempat dalam menghadirkan sajian kuliner menarik tiap harinya. Ia yakin Ujung Pandaran bisa berkembang pesat jika dikelola dengan semangat dan kreativitas serupa. (Darmo).