KALAMANTHANA, Muara Teweh – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi jalan nasional di Kalimantan Tengah yang dinilainya rusak parah dan sempit, sehingga menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas. Tajeri menilai persoalan ini membutuhkan campur tangan serius dan segera dari pemerintah pusat agar keselamatan pengguna jalan dapat terjamin. “Perbedaan kualitas sangat kontras. Jalan nasional di Kalsel jauh lebih baik, mulus, dan lebar. Ini menunjukkan ketimpangan pembangunan infrastruktur antarwilayah,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ruas Jalan Paling Terdampak

Tajeri menyebut sejumlah ruas jalan nasional di Kalteng yang membutuhkan penanganan mendesak, di antaranya:
  • Ruas Muara Teweh – Puruk Cahu
  • Ruas Muara Teweh – Tamiang Layang
  • Ruas Muara Teweh – Buntok – Palangka Raya
Kerusakan badan jalan, kondisi sempit, serta kurangnya perawatan disebut menjadi ancaman keselamatan pengguna jalan. Tajeri menilai kerusakan tersebut berlarut-larut karena tidak ada langkah perbaikan menyeluruh dari pihak berwenang. “Kita punya wakil rakyat di DPR RI. Apakah para wakil rakyat di pusat menutup mata?” ucapnya dengan nada kecewa.

Sorotan ke Wakil Rakyat

Tajeri juga menyinggung minimnya perjuangan anggota DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah. Menurutnya, keberadaan mereka seharusnya menjadi penghubung aspirasi masyarakat daerah terkait pembangunan infrastruktur vital. Ia mengingatkan bahwa masa reses bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk turun menyerap dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar diwujudkan dalam kebijakan strategis. “Semoga pernyataan ini membuka mata hati para wakil rakyat di DPR RI untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya. Tajeri menegaskan, dorongan perbaikan jalan nasional merupakan bentuk tanggung jawab atas amanah masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada para wakil di Senayan. (Sly).